Begini Profil Empat Calon Bos OJK yang Akan Diuji DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat hari ini akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap empat calon pimpinan Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keempat calon bos OJK ini rata-rata pernah bergelut di bidang perbankan ataupun di bank sentral.

    Kandidat pertama calon bos OJK adalah Wimboh Santoso, yang kini menjabat Komisaris Utama Bank Mandiri. Jabatan ini diemban sejak 2015. Wimboh lahir di Boyolali pada 15 Maret 1957. Dia memulai karier sebagai pemeriksa dan pengawas perbankan di Bank Indonesia (BI) pada 1984.

    Wimboh kemudian melanjutkan karier sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI ketika masa krisis 1997-1998 lalu. Kala itu, Wimboh membentuk unit Stabilitas Sistem Keuangan di BI untuk mereformasi perbankan nasional. Dia juga diketahui sebagai salah seorang yang turut andil dalam persiapan pembentukan OJK.

    Kemudian pada 2012 Wimboh sempat menjadi Kepala Perwakilan BI di New York, Amerika Serikat. Lalu dia ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga, dan Nepal hingga April 2015.

    Kandidat kedua pesaing Wimboh sebagai calon ketua DK OJK adalah Sigit Pramono. Dia lama dikenal sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Swasta Nasional (Perbanas) pada 2006-2016. Sigit yang lahir pada 14 November 1958 ini mengawali karier sebagai Kepala Biro di Bank Exim pada periode 1997-1999. Selanjutnya pada 1999-2002 dia meneruskan karier sebagai bankir dengan menjabat Senior Vice President (SVP) Bank Mandiri.

    Sigit kemudian menjabat Presiden Direktur Bank Internasional Indonesia pada 2002-2003 dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) pada 2003-2008. Terakhir, sigit juga menjabat Komisaris Independen Bank Central Asia (BCA) pada 2008-2016.

    Beralih ke posisi calon wakil ketua, terdapat nama Agus Santoso, yang terakhir dikenal sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada periode 2011-2016. Agus yang lahir pada 9 Agustus 1960 silam ini juga diketahui menjabat Ketua Umum Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) mulai 2010 hingga sekarang.

    Calon wakil ketua DK OJK berikutnya adalah Riswinandi Idris, Direktur Utama PT Pegadaian. Pria kelahiran 1957 ini mengawali karier sebagai Senior Assistant di SGV Utomo pada 1984 lalu. Selanjutnya, dia menggeluti corporate banking, dan terus menanjak sebagai Kepala Cabang di Los Angeles, Amerika Serikat, serta ice President Human Resources untuk PT Bank Niaga Tbk sejak 1986.

    Kemudian pada 1999 Riswinandi menjabat Senior Vice President Loan Work Out & Collection Division Head di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dia juga sempat menduduki posisi Executive Vice President Corporate Lending Division dan Direktur di PT Bank Danamon Tbk hingga 2003.

    Selain itu, Riswinandi pernah menjabat Komisaris Independen PT Bank Mandiri Tbk hingga Mei 2005. Pada Mei 2010, dia menjabat Wakil Direktur Utama Bank Mandiri hingga April 2015.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.