Pemerintah Terus Kembangkan Energi Baru Terbarukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah terus mencari upaya menyediakan dan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) yang efisien. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi fokus pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Energi Nomor 30 tahun 2007, dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional.

    “Presiden selalu menginginkan efisiensi dalam harga energi. Daya beli masyarakat terhadap listrik harus terjangkau, itu yang paling penting,” kata Jonan dalam keterangan tertulis Biro Komunikasi, Layanan, Informasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu, 21 Desember 2016.

    Menurut Jonan, produksi energi baru dan terbarukan di Indonesia masih tergolong dalam skala kecil hingga menengah, sehingga sifatnya belum kompetitif. Dia menekankan pentingnya produksi energi baru dan terbarukan untuk memperbaiki kondisi tersebut. “Semua energi baru dan terbarukan yang dikembangkan di Indonesia harus kompetitif dengan sumber energi yang tradisional (minyak, gas, dan batu bara),” ucapnya.

    Baca: 3.000-an Tambang Bandel Akan Dicabut izinnya

    Jonan menambahkan, energi baru dan terbarukan akan kompetitif bila diproduksi dengan teknologi yang tepat sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing, seperti kondisi geografi, infrastruktur, dan pasar. “Indonesia adalah negara kepulauan, jadi kita harus memanfaatkan potensi energi yang ada di daerah. Kita kepulauan, tidak ada national grid seperti di Amerika Serikat.” 

    Sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), porsi bauran energi pada 2025 untuk energi baru terbarukan ditargetkan sebesar 23 persen. RUEN juga meningkatkan 45 gigawatt pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan pada 2025. Pilar pewujud target tersebut, ujar Jonan, adalah penganekaragaman (diversifikasi) energi dan konservasi energi.

    “Saya mengimbau pengembang agar fokusnya bukan menumpang pada semangat pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Saya tidak bangga jika harga energi terpenuhi dengan harga berapa pun juga,” tutur Jonan.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.