Ini Alasan Gudang Garam Stop Beli Tembakau Madura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membersihkan daun tembakau  yang sudah mengering di sawah Madura, Jawa Timur, Jumat (28/08). Pada musim panen tembakau tahun ini harga tembakau menurun dari Rp 35.000 Per Kg menjadi Rp 12.000 Per Kg. Foto: TEMPO/Dwi Narwoko

    Seorang petani membersihkan daun tembakau yang sudah mengering di sawah Madura, Jawa Timur, Jumat (28/08). Pada musim panen tembakau tahun ini harga tembakau menurun dari Rp 35.000 Per Kg menjadi Rp 12.000 Per Kg. Foto: TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Kediri - PT Gudang Garam Tbk Kediri buka suara soal penghentian pembelian tembakau petani di Madura. Kualitas tembakau yang buruk menjadi alasan perusahaan rokok terbesar di Kediri ini menghentikan kerjasama dengan petani di Madura.

    Wakil Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tri Cahyono mengatakan perusahaannya terpaksa menghentikan pembelian tembakau dari petani di Madura karena kualitas tembakaunya di bawah standar. “Gudang Garam harus menjaga kualitas produknya,” kata Iwhan kepada Tempo, Selasa 11 Oktober 2016.

    Lebih jauh Iwhan menjelaskan setiap perusahaan rokok memiliki strategi masing-masing untuk mengatur pembelian bahan bakunya. Salah satunya dengan mempertimbangkan kelayakan dan kualitas yang akan mempengaruhi produk. Sebagai perusahaan rokok besar, PT Gudang Garam sangat berkepentingan menjaga mutu produk yang ditentukan mulai dari pemilihan bahan baku.

    Meski pada musim panen ini PT Gudang Garam terpaksa menghentikan pembelian tembakau petani Madura, tahun sebelumnya mereka telah melakukan pembelian besar-besaran. Meski tak menyebut jumlah pembeliannya, Iwhan mengklaim telah melebihi kuota biasanya. “Kita lakukan pembelian di atas kuota karena kualitasnya bagus,” kata Iwhan.

    Perwakilan pabrik rokok PT Gudang Garam Kediri Tbk di Sumenep, Jawa Timur menyatakan menghentikan pembelian tembakau rajangan dari petani setempat sejak Senin, 10 Oktober 2016. Kuasa Pembelian Tembakau PT Gudang Garam Kediri di Geddungan mengatakan telah menerima perintah menghentikan pembelian tembakau atau tutup gudang dari manajemen Gudang Garam.

    "Kami ini hanya kepanjangan tangan dan manajemen PT Gudang Garam Kediri memang telah meminta kami untuk menghentikan pembelian tembakau atau 'tutup gudang' sejak Senin," kata Wakil Kuasa Pembelian Tembakau PT Gudang Garam Kediri di Geddungan, Freddy Kustianto, di Sumenep, Minggu lalu.

    Ia menjelaskan, jumlah tembakau rajangan yang dibeli sejak buka gudang pada 8 September 2016, tidak maksimal. Pada tahun-tahun sebelumnya, PT Gudang Garam Kediri melalui kuasa pembelian tembakau di Geddungan biasanya membeli tembakau rajangan hingga melampaui target.

    "Mohon maaf untuk tahun ini serapannya memang tidak maksimal. Jumlah tembakau rajangan yang kami beli itu hanya sekitar 35 persen dari kondisi normal pada tahun-tahun sebelumnya," kata Freddy.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.