Produk Halal Indonesia Makin Diminati Pasar Mancanegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi produk halal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi produk halal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Aneka produk halal Indonesia terus diperkenalkan ke pasar internasional melalui pameran-pameran besar di luar negeri, seperti Mihas 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, yang banyak dikunjungi para pembeli mancanegara.

    "Dengan mengikuti pameran tersebut diharapkan masyarakat internasional makin mengenal produk-produk halal Indonesia," kata Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Fajarini Puntodewi, di Paviliun Indonesia dalam pameran Mihas 2016, Rabu, 30 Maret 2016.

    Menurut dia, keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini terbilang sukses karena aneka produk halal dari produsen menengah dan besar mampu meraih transaksi cukup besar.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini, transaksi produk halal terus meningkat, dan jenis produk yang diminati konsumen mancanegara terus bertambah. Ini menunjukkan kualitas, harga, dan kemampuan berproduksi Indonesia mampu bersaing dengan produk halal dari negara lain.

    Pada 2013, hasil transaksi baru sekitar satu juta ringgit dan tahun 2014 meningkat menjadi 2 juta ringgit. Bahkan tahun 2015 mencapai 2,5 juta ringgit Malaysia, atau setara Rp 8 miliar. "Sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini, hasil transaksi menunjukkan tren meningkat, dan tahun 2016 diharapkan di atas 2,5 juta ringgit," ungkapnya.

    Produk halal Indonesia yang kerap mendapat transaksi bagus di antaranya produk makanan dan minuman olahan, produk kesehatan, dan kosmetik.

    Sementara itu, para peserta pameran yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air merasakan besarnya manfaat keikutsertaan dalam pameran ini. Selain meraih penjualan, mereka dapat mempelajari perkembangan produk dari negara lain yang ikut dalam pameran tersebut.

    Sulami Bahar, pengusaha produk makanan olahan dari buah-buahan, merasakan betapa besarnya ikut pameran ini karena dapat bertemu dengan para pembeli potensial dari mancanegara.

    "Hari ini cukup banyak pengunjung yang singgah untuk mengetahui produk-produk yang ditawarkan. Bahkan ada seorang pengusaha asal Cina yang ingin membeli dalam partai besar. Dia mau beli hingga 10 kontainer," ungkapnya.

    Katrin, pengusaha bawang goreng berdomisili di Jakarta, juga mendapat pesanan untuk Jepang. "Nanti pembeli tersebut akan melihat pabrik kami untuk memastikan sejauh mana kemampuan produksinya," ucapnya sambil menjelaskan produk bawang gorengnya ini telah mendapat pasaran kuat di dalam negeri dan dijual di pasar swalayan besar di tanah air.

    Dalam pameran The 13th Malaysia International Halal Showcase (Mihas 2016), Paviliun Indonesia berukuran cukup luas sehingga mampu menampung 30 perusahaan dari kalangan UKM dan beberapa industri besar.

    Sejumlah UKM yang ambil bagian dalam pameran Mihas 2016 ini di antaranya berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Riau.

    Pameran Mihas 2016 berlangsung pada 30 Maret hingga 2 April dan berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...