Prakarsa: Singapura Terima Dana Gelap Indonesia Terbesar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dollar Amerika Serikat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi mata uang dollar Amerika Serikat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Associate Researcher Prakarsa Fachru Nofrian mengatakan negara penerima aliran dana gelap terbesar dari Indonesia adalah Singapura. Setelah Singapura, tercatat Cina berada pada urutan kedua. Perhitungan ini didasarkan dari data tahun 2003-2014.

    Menurut Fachru, Singapura dari tahun 2003 merupakan negara penerima aliran dana gelap terbesar. "Kalau dilihat, Singapura memang berada di atas negara lain yang merupakan partner dagang, seperti Cina, Jepang, India, dan Amerika," kata Fachru di Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2016.

    Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh perkumpulan Prakarsa, tercatat aliran dana terbesar lari ke Singapura. Pada 2003, tercatat aliran dana yang masuk Rp 120 triliun. Sedangkan pada 2013 sebesar Rp 220 triliun, dan pada 2014 sebesar Rp 196 triliun.

    Pada urutan kedua, Cina disebut sebagai negara penerima aliran dana gelap. Pada 2003, dana aliran gelap masih tergolong jauh lebih rendah, yakni Rp 27 triliun. Pada 2012, dananya adalah Rp 145 triliun, sementara pada 2014 Rp 198 triliun. Peningkatan dana aliran gelap ke negara ini ditengarai akibat tumbuhnya industri di negara tersebut.

    Meski Cina saat ini tengah dirundung perlambatan ekonomi, Fachru mengatakan hal ini tidak akan banyak berpengaruh terhadap pergerakan aliran dana gelap tersebut. "Meski ekonomi melambat, mereka sudah cukup maju. Mereka punya banyak aset. Justru saya kira kecenderungannya akan meningkat," ujarnya.

    Banyaknya aliran dana gelap ke dua negara ini diperkirakan karena fasilitas yang diberikan negara tersebut. Dua negara ini dinilai tidak besar pungutan pajaknya. Hal inilah yang menyebabkan banyak pengusaha melarikan dananya ke negara tersebut.

    Selain Singapura dan Cina, negara lain yang menjadi tujuan aliran dana gelap adalah Jepang, India, dan Amerika. Tiga negara ini jumlah alirannya tidak terlalu besar. Jepang dari tahun ke tahun cenderung turun. India cenderung moderat, sedangkan Amerika grafiknya cenderung datar dan turun.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?