Empat Unsur Ini Jadi Unggulkan Kawasan Industri Gresik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) meberikan arahan kepada Dirut Pelindo III Djarwo Suryanto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kanan) saat meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Presiden Joko Widodo (kiri) meberikan arahan kepada Dirut Pelindo III Djarwo Suryanto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kanan) saat meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua industri yang bergerak di bidang kimia dan industri berat (heavy industry) seperti baja dan smelter, dinilai cocok beroperasi di kawasan industri Java International Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

    "Kimia, heavy industry itu cocok, karena lautnya bagus, harus masuk Kawasan Industri Strategis Nasional (KSN)," kata Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono saat mengunjungi JIIPE di Gresik, Minggu, 14 Februari 2016.

    Imam menjelaskan, dua perusahaan yang sudah mulai membangun pabrik di JIIPE yaitu perusahaan kimia asal Jerman Clariant dan produsen garam Unichem. Dua perusahaan ini diyakini akan mengundang investor asing lainnya untuk masuk dan membangun pabrik di kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan tersebut.

    Menurut Imam, faktor integrasi pada JIIPE membuat kawasan industri ini dapat menjadi percontohan bagi kawasan industri lainnya terutama di Indonesia timur. Kawasan yang dibangun PT AKR dan PT Pelindo III ini merupakan generasi ketiga. Konsepnya memadukan beberapa unsur ekonomi serta sosial dan memenuhi kebutuhan industri modern yang berorientasi pada efisiensi dan kontinuitas produksi.

    "Ada empat unsur yang dikembangkan di sini yaitu unsur ketersediaan infrastruktur, manajemen, lingkungan dan sosial. Nilai ekonomi tercipta berbarengan dengan dipertahankannya nilai lingkungan dan keterlibatan masyarakat sekitar," katanya.

    Terkait dengan akses jalan ke kawasan industri, JIIPE membutuhkan pelebaran jalan dan pembangunan Jalan Tol dari Gerbang Tol Manyar sepanjang 7,2 kilometer. JIIPE juga mengusulkan pembangunan rel kereta api sepanjang 12 kilometer.

    Guna meningkatkan efisiensi kegiatan ekspor dan impor, JIIPE berencana untuk mengajukan diri sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB). Adapun untuk Juklak PLB saat ini sedang dibahas dan Bea Cukai akan membantu dan mengawal secara langsung manajemen JIIPE terkait rencana tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.