Idolakan Menteri Susi, Sofyan Djalil: Dia Sangat Kreatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Kepala Bapenas Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Senior Vice President Geo Services PT Freeport Indonesia Wahyu Sunyoto saat meninjau tambang terbuka Grasberg di area PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, 19 September 2015.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Kiri-kanan: Kepala Bapenas Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Senior Vice President Geo Services PT Freeport Indonesia Wahyu Sunyoto saat meninjau tambang terbuka Grasberg di area PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, 19 September 2015. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengaku ia mengidolakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena sangat kreatif. "Menteri favorit saya itu Ibu Susi, beliau tidak sarjana tapi sangat kreatif," kata Sofyan saat berpidato di acara lokakarya sustainable development goals di gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa, 10 November 2015.

    Namun, kata Sofyan, meski Menteri Susi memiliki keterbatasan jenjang pendidikan, ia tetap yakin pendidikan tetap penting. Sofyan menyebut ada 17 poin yang menjadi komitmen dunia soal pendidikan, poin keempat yaitu quality education yang paling penting. "Pendidikan itu penting, bagaikan lampu Aladin yang akan mengangkat dan mengentaskan orang dari kemiskinan, terutama pendidikan yang berkualitas," ujar Sofyan.

    BACA JUGA
    'Makanya Ahok Marah, Ada yang Sewa Truk Sampah Rp 14 Miliar'
    Ahok Putus Kontrak Sampah Jakarta, Yusril: Saya Akan Lawan
     

    Sofyan mengkhawatirkan pendidikan yang didapat anak-anak Indonesia. Ia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan seorang anak dalam sebuah lift yang tampaknya dia tidak memiliki semangat. "Saya termasuk yang sangat khawatir terhadap pendidikan berkualitas kita. Anak-anak kita itu kurang kreatif, tidak punya spirit," ujarnya.

    Padahal, Sofyan percaya kreativitas adalah kunci dari segala perubahan positif. Menurut dia, orang Indonesia semakin tinggi tingkat pendidikannya justru semakin dependen (bergantung pada orang lain). Sementara, semakin rendah tingkat pendidikan seorang anak, maka semakin berani dan kreatiflah anak itu.  
     
    INGE KLARA SAFITRI

    Baca juga:
    Geger Uang Lobi Jokowi Ketemu Obama: Ini Reaksi Istana
    Sebentar Lagi, Orang Cukup Bercinta & Menikah dengan Robot Seksi Ini?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.