Wujudkan Nawacita, Menteri Susi Luncurkan 24 Technopark

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MenteriKelautan Dan Perikanan,Susi Pudjiastuti, mengikuti rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, 1 April 2015. Rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI ini diselenggarakan di Gedung Nusantara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    MenteriKelautan Dan Perikanan,Susi Pudjiastuti, mengikuti rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, 1 April 2015. Rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI ini diselenggarakan di Gedung Nusantara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan peluncuran pengembangan 24 "technopark" atau taman teknologi di berbagai daerah di Tanah Air pada 2014-2019 merupakan wujud pelaksanaan konsep Nawacita.

    "Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat mandat membangun 24 technopark berbasis perikanan rakyat sebagai pelaksanaan Nawacita selama lima tahun (2015-2019) secara bertahap," kata Menteri Susi dalam acara peluncuran technopark di KKP, Jakarta, Kamis (25 Juni 2015).

    Menurut Susi, pembangunan taman teknologi itu juga selaras dalam rangka mencetak SDM kompeten serta mengembangkan inkubator bisnis di sektor kelautan dan perikanan.

    Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, empat taman teknologi yang dibangun pada 2015 bertempat di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal, Banyuwangi, Aertembaga, dan Ambon.

    Sedangkan 20 lokasi lainnya tersebar di kabupaten/kota, dengan mempertimbangkan aspek kewilayahan, kedekatan lokasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan dan potensi daerah.

    "Aksi nyata pengembangan SDM yang andal dan kompeten melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan untuk mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan kelautan dan perikanan berbasis IPTEK dan inovasi," ucap Susi.

    Ia juga menyampaikan, peluncuran "technopark" merupakan tindak lanjut pencanangan Program Nasional Pengembangan 100 Taman Sains dan Teknologi Nasional.

    Kegiatan di dalam taman teknologi, lanjutnya, terdiri antara lain atas pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan tenaga kompeten, adaptasi dan alih teknologi untuk menghasilkan produk inovatif, serta inkubator bisnis guna menghasilkan usaha baru.

    KKP bakal memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat itu tanpa dipungut biaya.

    Sementara inkubator bisnisnya meliputi jejaring kerja sama dengan dunia usaha, pendampingan oleh penyuluh dan Pusat Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), peningkatan teknologi tepat guna, konsultasi, serta inovasi teknologi dengan pendidikan, penelitian, dan pengembangan.

    Sasaran program kegiatan technopark adalah perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dan konservasi perairan.

    Taman teknologi di Tegal kegiatannya lebih berfokus kepada sertifikasi kompetensi, pengembangan garam, udang galah padi, permesinan, budidaya udang, dan budidaya rumput laut.

    Di Banyuwangi, aktivitasnya lebih difokuskan pada sertifikasi kompetensi, budidaya ikan sidat, produksi garam, budidaya udang, dan pengolahan produk. Adapun di Bitung, kegiatannya lebih difokuskan kepada sertifikasi kompetensi, perkapalan, dan pengolahan produk.

    Terakhir di Ambon, aktivitasnya lebih difokuskan pada sertifikasi kompetensi, budidaya ikan laut, pengolahan produk, permesinan perikanan, dan wisata pelatihan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.