Hiswana Migas: Stok Cukup, Pedagang Jangan Naikkan Harga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga, sejak subuh, antre membeli gas elpiji 12 kg di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 tabung saja. TEMPO/Prima Mulia

    Warga, sejak subuh, antre membeli gas elpiji 12 kg di salah satu penyalur elpiji besar di Bandung, Jawa Barat, (10/5). Setiap pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 tabung saja. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengimbau semua pedagang elpiji agar tidak menaikkan harga gas kemasan 3 kilogram dan 12 kilogram memasuki bulan Ramadan 2015.

    "Stok dan pasokan dari Pertamina akan lancar, bahkan akan ada suplai ekstra selama bulan puasa hingga Lebaran," kata Ketua Hiswana Migas Kota Lubuklinggau Winasta Ayu Duri, Minggu, 7 Juni 2015.

    Ia mengatakan masyarakat tak perlu khawatir akan kekurangan persediaan elpiji baik 3 kilogram maupun 12 kilogram selama bulan puasa. Sebab pasokan dan stok dari Pertamina cukup untuk kebutuhan masyarakat setempat.

    Menurut dia, harga eceran tertinggi (HET) gas 3 kilogram di tingkat pangkalan saat ini Rp 14.800 per tabung, sedangkan elpiji kemasan 12 kilogram Rp 145.500 per tabung.

    Pedagang di pangkalan yang menjual harga gas di atas HET akan dikenai sanksi oleh Hiswana Migas. "Tapi kalau soal harga di tingkat pengecer itu tanggung jawab pemerintah daerah setempat melalui dinas perindustrian dan perdagangan," katanya.

    Dia menegaskan, pasokan elpiji 3 kilogram dari Pertamina selama Ramadan dijamin lancar dan cukup. Sebab Pertamina akan menyuplai berdasarkan alokasi masing-masing daerah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.