Cadangan Devisa Turun, Cukupkah untuk Membiayai Negara?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas menghitung uang di gudang tempat penyimpanan uang Bank Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin 7 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang putra

    Sejumlah petugas menghitung uang di gudang tempat penyimpanan uang Bank Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin 7 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2015 tercatat US$ 110,9 miliar, turun US$ 700 juta dibanding US$ 11,6 miliar pada akhir bulan sebelumnya.

    Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengungkapkan bahwa penurunan itu terutama didorong oleh meningkatnya pengeluaran untuk pembayaran utang  luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

    Namun, Peter melanjutkan, posisi cadangan devisa per akhir April 2015 masih cukup untuk membiayai 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

    "Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Peter.

    Sebelumnya, pada Maret 2015, posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Maret 2015 tercatat turun US$ 3,9 miliar, yakni sebesar US$ 111,6 miliar dari US$ 115,5 miliar pada Februari 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.