Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pengusaha Turki Tolak Bea Masuk Terigu  

image-gnews
Pekerja menurunkan tepung gandum di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, (21/11). Tiga perusahaan terigu menuduh Australia, Sri Langka, dan Turki mengekspor tepung gandum dengan harga lebih murah dibanding harga dalam negerinya (dumping). Tempo/Amston P
Pekerja menurunkan tepung gandum di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, (21/11). Tiga perusahaan terigu menuduh Australia, Sri Langka, dan Turki mengekspor tepung gandum dengan harga lebih murah dibanding harga dalam negerinya (dumping). Tempo/Amston P
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Asosiasi Eksportir Produk Gandum, Kacang-kacangan, dan Minyak Sayur Turki, Turgay Unlu, menilai penyelidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) bertentangan dengan Perjanjian Safeguard World Trade Organization (WTO). Ia juga menyatakan pihaknya tidak diberi informasi soal penetapan bea masuk terigu meskipun mereka telah memintanya. 

"Persatuan eksportir kami akan terus menyampaikan kekhawatiran dan penolakan atas investigasi ini yang bertentangan dengan Perjanjian Safeguard WTO," kata Unlu dalam konferensi pers di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis, 22 November 2012.

Unlu juga menyayangkan adanya rekomendasi KPPI untuk menerapkan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS) sebesar 20 persen. Saat ini rekomendasi BMTPS sudah disetujui Menteri Perdagangan dan menunggu persetujuan Menteri Keuangan dan Menteri Perindustrian untuk dapat diterapkan.

Penerapan BMTPS ini tak bisa diberlakukan karena tak memenuhi kriteria yang ditentukan WTO. Persyaratan itu adalah bukti peningkatan volume impor terbukti merugikan atau mengancam kerugian serius bagi industri dalam negeri, ada hubungan sebab akibat antara peningkatan impor dengan kerugian, dan muncul perkembangan di luar dugaan. "Kami melihat tidak ada satu pun dari kriteria ini dipenuhi dalam permintaan Aptindo (Asosiasi Pengusaha Tepung Indonesia)," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berdasarkan data Aptindo, terlihat ada tren penurunan impor pada 2011 dan 2012. Pada 2011 total impor turun 11 persen dibanding 2010. Sedangkan pada 2012, impor diproyeksikan turun 39 persen dibanding 2011.

Selain itu, kinerja perusahaan dalam negeri tetap naik meskipun impor tinggi. Dia menyebutkan penjualan pada 2010, ketika impor terigu mencapai puncak, penjualan total produsen domestik naik 12 persen dibandingkan penjualan 2009. "Ada korelasi yang kuat bahwa keuntungan anggota Aptindo meningkat di tahun-tahun ketika impor naik dan menurun keuntungannya ketika impor juga turun," kata Unlu.

BERNADETTE CHRISTINA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Aptindo: Ekspor Industri Terigu dan Turunannya Capai Rp 8,7 T

28 November 2019

Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, tercatat sebagai pemegang saham perusahaan offshore bernama Azzorine Limited. Nama Fransiscus tak langsung tercatat sebagai klien Mossack Fonseca, karena terafiliasi lewat BOS Trust Company (Jersey) Ltd, yang menjadi klien sejak 2013. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Aptindo: Ekspor Industri Terigu dan Turunannya Capai Rp 8,7 T

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia mencatat ekspor industri terigu nasional dan aneka produk turunannya US$ 623,8 juta atau Rp 8,7 triliun.


Eksportir Terigu Turki Adukan RI ke WTO  

26 Maret 2013

Tepung terigu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Eksportir Terigu Turki Adukan RI ke WTO  

"Kami yakin bila kasus ini dianalisis oleh panel WTO, maka WTO akan menolaknya."


Harga Beras Naik, Konsumsi Mi Meningkat

8 Mei 2012

TEMPO/Fahmi Ali
Harga Beras Naik, Konsumsi Mi Meningkat

Produksi tepung terigu (impor dan lokal) pada kuartal pertama tahun ini naik dari 1,16 juta ton menjadi 1,22 juta ton, atau naik 5,61 persen.


Kuasai Pasar Terigu, Cargill Incar Viterra  

12 Maret 2012

AP/Scott Heppell
Kuasai Pasar Terigu, Cargill Incar Viterra  

Pangsa pasar Viterra membesar seiring rencana pemerintah Kanada yang melepas monopoli gandum 1 Agustus 2012.


Kebutuhan Gandum Naik 8 Persen  

10 Januari 2012

Pekerja menurunkan tepung gandum di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, (21/11). Tiga perusahaan terigu menuduh Australia, Sri Langka, dan Turki mengekspor tepung gandum dengan harga lebih murah dibanding harga dalam negerinya (dumping). Tempo/Amston P
Kebutuhan Gandum Naik 8 Persen  

Gandum menjadi makanan kedua bagi negara-negara yang mengonsumsi beras sebagai makanan pokok.


Pedagang Makanan Menjerit, Harga Terigu Melangit

8 Maret 2011

TEMPO/Prima Mulia
Pedagang Makanan Menjerit, Harga Terigu Melangit

Tingginya harga terigu dunia mulai berimbas terhadap industri makanan berbahan baku terigu. Sejumlah pengusaha makanan di Banyumas bahkan harus menghentikan produksinya agar tidak bangkrut. "Kenaikannya sungguh mengerikan," ujar Koordinator Forum Komunikasi Usaha Kecil Makanan dan Minuman Banyumas, Yusuf Gunawan Santoso, Selasa (8/3).


Pangsa Terigu Impor Naik, Produsen Resah

5 Maret 2011

AP/Scott Heppell
Pangsa Terigu Impor Naik, Produsen Resah

Meski selama tahun lalu industri terigu nasional tumbuh sampai 10,5 persen, namun pertumbuhan ini lebih banyak dinikmati oleh terigu impor.


Bahan Baku Mahal, Industri Bakery Tumbuh 9 Persen

20 Januari 2011

ANTARA/Eric Ireng
Bahan Baku Mahal, Industri Bakery Tumbuh 9 Persen

Seharusnya bisa tumbuh diatas 12 persen.


Juragan Mi dan Biskuit Emoh Naikkan Harga

27 Oktober 2010

mie instant. TEMPO/Aditia Noviansyah
Juragan Mi dan Biskuit Emoh Naikkan Harga

"Pengaruh kenaikan harga terigu yang berkisar 2 persen belum besar. Tapi, kalau harga terigu naik sampai 10 persen, baru kami berhitung," kata Ketua Umum Asosiasi Roti, Biskuit, dan Mie, Sribugo Suratmo.


Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi Fluktuasi Harga Gandum

23 Agustus 2010

Pekerja menurunkan tepung gandum di pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, (21/11). Tiga perusahaan terigu menuduh Australia, Sri Langka, dan Turki mengekspor tepung gandum dengan harga lebih murah dibanding harga dalam negerinya (dumping). Tempo/Amston P
Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi Fluktuasi Harga Gandum

Harga terigu masih di kisaran Rp 7.500 per kilogram.