Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jokowi Hadiri KTT BRICS ke-15 di Johannesburg Afrika Selatan, Apa itu BRICS?

image-gnews
Orang-orang berjalan melewati Sandton Convention Centre, yang akan menjadi tuan rumah KTT BRICS mendatang, di Johannesburg, Afrika Selatan, 19 Agustus 2023. REUTERS/James Oatway
Orang-orang berjalan melewati Sandton Convention Centre, yang akan menjadi tuan rumah KTT BRICS mendatang, di Johannesburg, Afrika Selatan, 19 Agustus 2023. REUTERS/James Oatway
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo telah bertolak menuju Afrika Selatan pada 20 Agustus 2023 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan atau KTT BRICS ke-15. 

"Indonesia diundang dalam KTT BRICS. Dan tentunya di sela-sela KTT BRICS akan dilakukan berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai kepala-kepala negara yang lainnya," ujar Jokowi dalam keterangannya seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Ahad. 

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan BRICS? 

Apa itu BRICS?

BRICS merupakan singkatan dari Brasil, Russia, India, China, dan South Africa. KTT BRICS adalah pertemuan tingkat puncak yang melibatkan pemimpin dari kelima negara anggota, yang memiliki pengaruh besar dalam ekonomi dunia. 

Dilansir dari Reuters, nama ini pertama kali dicetuskan oleh ekonom terkemuka, Jim O'Neill dari Goldman Sachs, pada 2001. Pada awalnya, BRIC hanya merujuk kepada empat negara besar: Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan menjadi yang pertama merasakan ekspansi kelompok ini pada 2010 dan kelompok ini menjadi BRICS.

BRICS awalnya didirikan sebagai kelompok informal pada 2009 oleh inisiatif dari Rusia dengan tujuan memberikan platform bagi anggotanya untuk menantang tatanan dunia yang didominasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Kelompok ini bukanlah organisasi multilateral formal seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, atau Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Namun, BRICS memiliki pengaruh besar dalam menghadirkan suara alternatif dalam dunia geopolitik dan ekonomi global.

BRICS adalah sebuah aliansi yang bertujuan untuk mewujudkan kepentingan bersama dan memberikan pengaruh lebih besar dalam kebijakan dunia.

Selain aspek geopolitik, fokus BRICS meliputi kerja sama ekonomi, perdagangan multilateral, dan pembangunan. Kelompok ini beroperasi berdasarkan konsensus dan semua anggota BRICS juga termasuk dalam Group of 20 (G20), kelompok ekonomi besar di dunia.

Keanggotaan BRICS

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lebih dari 40 negara telah mengekspresikan minat untuk menjadi bagian dari kelompok ini, termasuk Indonesia. Indonesia bukanlah satu-satunya yang ingin tergabung dalam BRICS; negara seperti Argentina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan lainnya juga memiliki keinginan yang sama.

Para pemimpin BRICS memiliki pandangan berbeda tentang rencana penambahan anggota baru ke dalam kelompok tersebut, termasuk soal kriteria penerimaan.

China, yang sedang berupaya memperluas pengaruhnya di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat atas perdagangan dan geopolitik, mendukung ekspansi BRICS, sementara Brasil masih ragu-ragu.

Rusia, yang berharap dapat mengatasi pengucilan diplomatik atas perang Ukraina, sangat ingin membawa anggota baru ke dalam BRICS, sama seperti Afrika Selatan. Sementara India tidak memberikan keputusan apa pun

Keseriusan Indonesia untuk terlibat dalam kelompok ini sudah terlihat sejak pertengahan 2023. Saat itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi hadir secara virtual dalam acara “Friends of BRICS” bersama 14 negara undangan lain yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, pada Jumat, 2 Juni 2023.

Tak hanya itu, menurut Retno, Presiden Jokowi dalam KTT G7 Outreach di Hiroshima, Jepang, Mei lalu juga mengangkat isu ekonomi global dan BRICS.

“Saya harap BRICS bisa ikut mendukung langkah ini dan tidak menjadi bagian dari ketidakadilan ekonomi,” ujar Menlu Retno Marsudi.  

M RAFI AZHARI  |  M JULNIS FIRMANSYAH

Pilihan Editor: Daftar Kepala Negara yang Hadir di KTT BRICS, Ada Jokowi dan Xi Jinping

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Volodymyr Zelensky Minta Dikirimkan Senjata Jarak Jauh untuk Lawan Rusia

1 jam lalu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan mengunjungi beberapa unit militer termasuk kelompok yang didirikan tokoh neo-Nazi di Donetsk pada Selasa. Sumber: Telegram
Volodymyr Zelensky Minta Dikirimkan Senjata Jarak Jauh untuk Lawan Rusia

Volodymyr Zelensky minta dikirimi senjata-senjata jarak jauh untuk melindungi Ukraina dan tentaranya dari serangan drone dan bom Rusia


India Siap Kerja Sama dengan Indonesia dalam Skema Makan Siang Gratis untuk Murid-murid Sekolah Negeri

3 jam lalu

Kantin sekolah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
India Siap Kerja Sama dengan Indonesia dalam Skema Makan Siang Gratis untuk Murid-murid Sekolah Negeri

India membuka pintu kerja sama dengan Indonesia untuk membuat pilot project makan siang gratis bagi murid-murid di sekolah negeri.


Projo Akan Dukung Calon Kepala Daerah yang Diusung KIM di Pilkada 2024

4 jam lalu

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mendukung sejumlah kandidat yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Ini adalah keempat kalinya Projo mengumumkan dukungan ke sejumlah kandidat yang berkontestasi dalam Pilkada 2024. Tempo/Hendri
Projo Akan Dukung Calon Kepala Daerah yang Diusung KIM di Pilkada 2024

Projo bakal mendukung kepala daerah yang diusung KIM untuk mendukung keberlanjutan program pemerintahan Jokowi.


India Diharapkan Gandeng Indonesia Jadi Mitra bidang Industri Pertahanan

4 jam lalu

(kiri ke kanan) Sandeep Chakravorty Duta Besar India untuk Indonesia, Curie Maharani Direktur Eksekutif Indo-Pasific Strategic Intelligent , dan Manish Chand Pendiri Center for Global India Insight dalam acara diskusi bertajuk Decoding's India Global Rise: Foreign Policy Choices pada Jumat, 19 Juli 2024. Sumber: Suci Sekar | TEMPO
India Diharapkan Gandeng Indonesia Jadi Mitra bidang Industri Pertahanan

India diharapkan tidak sekadar melihat Indonesia sebagai pasar alutsista, namun mau menjadi mitra bidang industri pertahanan


Whoosh Dituding Bikin Rugi, Erick Thohir Membela dan Jokowi ke Bandung Naik Kereta Cepat

5 jam lalu

Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi di dalam kereta Whoosh di Jakarta, Jumat (19/7/2024). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Whoosh Dituding Bikin Rugi, Erick Thohir Membela dan Jokowi ke Bandung Naik Kereta Cepat

Setelah Proyek Whoosh dituding sebagai penyebab kerugian PT Wijaya Karya, Kementerian BUMN membela kereta cepat Jakarta-Bandung itu.


Direkrut Manchester City, Mengenal Savinho Pindahan dari Troyes

6 jam lalu

Savinho. (Instagram/@mancity)
Direkrut Manchester City, Mengenal Savinho Pindahan dari Troyes

Penyerang timnas Brasil, Savinho direkrut Manchester City dengan durasi kontrak lima tahun


Genjot Pembangunan Bandara di IKN, 4 Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan

6 jam lalu

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau progres pembangunan Bandara IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu 24 Jamlnuari 2024 .ANTARA/HO-BKIP Kemenhub
Genjot Pembangunan Bandara di IKN, 4 Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan

Sedikitnya ada empat pesawat telah dikerahkan untuk memodifikasi cuaca demi kelancaran pembangunan Bandara VVIP di IKN.


Keunikan Qutub Minar dengan Pilar Besi Berusia 1000 Tahun Tak Pernah Terkorosi

10 jam lalu

Qutub Minar, Delhi, India. Unsplash.com/Akshat Jhingran
Keunikan Qutub Minar dengan Pilar Besi Berusia 1000 Tahun Tak Pernah Terkorosi

Saat mengunjungi Qutub Minar, wisatawan akan langsung melihat pilar besi megah setinggi 7,2 meter


Alasan Jokowi Tak Jadi Pindah ke IKN dalam Waktu Dekat Mulai Belum Siap Listrik, Pasokan Air, hingga Hujan

10 jam lalu

Presiden Jokowi ketika melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking Astra Biz Center dan Nusantara Botanical Garden, IKN, Selasa, 4 Juni 2024. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa berinvestasi di masa depan berarti membeli masa depan. Foto: tangkapan layer YouTube Sekretariat Presiden.
Alasan Jokowi Tak Jadi Pindah ke IKN dalam Waktu Dekat Mulai Belum Siap Listrik, Pasokan Air, hingga Hujan

Jokowi mengungkapkan tak jadi pindah ke IKN dalam waktu dekat, sebelumnya ia rencanakan juli ini. Ini beberapa alasannya.


Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

13 jam lalu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menilai pemerintahan Jokowi telah membangkitkan kembali Orde Baru.