Harga Garam Naik, Mendag Sebut RI Terlalu Banyak Impor

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan datang ke acara Berdendang Bergoyang Festival 2022 di Jakarta, pada Sabtu, 29 Oktober 2022. TEMPO/Nadia Raichan Fitrianur

TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia (SPTI), Sunarso, mengeluhkan harga garam yang melonjak tajam belakangan ini. Keluhan tersebut ia sampaikan kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas.

“Pak, harga garam itu dari Rp 80 ribu sekarang sampai Rp 200 ribu per karung atau 50 kilogram, ini keluhan ini,” ujar Sunarso di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu, 3 Desember 2022.

Zulhas merespons, masalah itu disebabkan karena Indonesia masif mengimpor garam. Bahkan, dia bercerita pernah berkunjung ke Madura dan mendapati petani-petani garam tutup karena terlalu banyak impor.

Baca juga: Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

“Kita ini, pemerintah itu kan dipilih rakyat, harus berpihak kepada kepentingan rakyat, betul kan? agar rakyat kita ini enggak mati,” tutur Zulhas.

Dia juga menceritakan pada saat ia menjadi anggota Komisi VI DPR periode 2004. Aktivitas impor, ucap dia, tidak sebanyak sekarang. Zulhas juga menyinggung ketergantungan impor untuk komoditas lain, seperti gula sampai terigu. 

Pada 2004 lalu, ia melanjutkan, impor gula hanya 2 juta ton per tahun, sedangkan kini menembus 7 juta ton per tahun. Kemudian impor terigu yang sebelumnya 2 juta ton per tahun sekarang menjadi 12 juta ton per tahun.

“Jadi ini kalau enggak swasembada, makan saja kita tergantung terus. Begitu Rusia perang sama Ukraina, kita susah. Ya rupiah kita sekarang sudah hampir Rp 15 ribu sekian. Nah, ini yang kita coba pelan-pelan kita atur, ditata, ya enggak mudah, tapi kan harus dimulai,” tutur Zulhas.

Belum lama ini Presiden Joko Widodo alias Jokowi meneken Perpres 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Kebijakan tersebut mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional yang meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri.

Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jawa Timur Muhammad Hasan mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 126 Tahun 2022 itu. "Ini merupakan langkah baik yang untuk mendukung perkembangan industri garam nasional," kata Hasan dikutip dari Antara.

Perpres itu, kata dia, menguntungkan masyarakat petambak garam lantaran setelah 2024 sudah tidak ada lagi impor untuk kebutuhan industri, kecuali untuk industri klor alkali (CAP). "Jadi, untuk tambang, aneka pangan, kertas, dan segala macam kecuali CAP itu dipenuhi garam dari dalam negeri," tutur Hasan. 

Namun, Hasan melanjutkan, terbitnya Perpres 126 Tahun 2022 juga melahirkan pekerjaan rumah yang tidak ringan, baik bagi pemerintah maupun pihak lainnya. "Jangan sampai industri tidak terjamin ketersediaan stoknya," ujar Hasan.

MOH KHORY ALFARIZI | ANTARA

Baca juga: Pengecer Kedelai Curhat ke Mendag Tak Dapat Subsidi: Padahal Sama-sama Cari Makan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini .






Harganya Melambung, Menteri Perdagangan Zulhas Mulai Otak-atik Pola Distribusi Minyakita

18 jam lalu

Harganya Melambung, Menteri Perdagangan Zulhas Mulai Otak-atik Pola Distribusi Minyakita

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengaku sudah memperbaiki sistem distribusi Minyakita di masyarakat guna merespon kabar adanya kenaikan harga minyak goreng yang dijual pemerintah itu.


Zulhas Bantah Harga Minyakita Naik: Nggak Naik, Cuma Sekarang Jadi Favorit

19 jam lalu

Zulhas Bantah Harga Minyakita Naik: Nggak Naik, Cuma Sekarang Jadi Favorit

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas membantah kabar adanya kenaikan harga minyak goreng merk Minyakita di pasar.


Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

19 jam lalu

Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

Zulhas masih menemukan harga beras medium yang melebihi harga yang dipatok oleh pemerintah yakni Rp 9.450 per kilogram. Apa penyebab harga tinggi itu?


Zulhas Sebut Harga Kebutuhan Pokok Stabil: Cabai Ada yang Turun

19 jam lalu

Zulhas Sebut Harga Kebutuhan Pokok Stabil: Cabai Ada yang Turun

Zulhas menyatakan harga kebutuhan pokok pada umumnya saat ini dalam kondisi stabil. Bahkan sejumlah komoditas harganya turun.


Inilah 7 Cara Mengobati Sariawan

2 hari lalu

Inilah 7 Cara Mengobati Sariawan

Meskipun bisa sembuh tanpa pengobatan, ada cara untuk mempercepat proses penyembuhan sariawan dan mengurangi ketidaknyamanan.


Menteri Perdagangan Berkomitmen Kembangkan Ekonomi UMKM

2 hari lalu

Menteri Perdagangan Berkomitmen Kembangkan Ekonomi UMKM

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan ekonomi umat dan UMKM


Ingin Ekspor ke Afrika tapi Bingung Cari Pembeli? Ini Kontak Perwakilan Kemendag

2 hari lalu

Ingin Ekspor ke Afrika tapi Bingung Cari Pembeli? Ini Kontak Perwakilan Kemendag

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki perwakilan di luar negeri, termasuk Afrika, yang bisa ditanya seputar pembeli barang yang akan kita ekspor


RI dan Arab Saudi Teken 8 Kerja Sama Dagang Rp 2,3 T, Ekspor Buah hingga Mi Telur

4 hari lalu

RI dan Arab Saudi Teken 8 Kerja Sama Dagang Rp 2,3 T, Ekspor Buah hingga Mi Telur

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan 8 kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dengan 5 pelaku usaha Arab Saudi.


Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

5 hari lalu

Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan MoU, yang dilakukan di Kantor Federation Saudi Chamber di Jeddah, Arab Saudi.


Ketika Menstruasi, Mengapa Tak Boleh Makan Pedas dan Minum Kopi? Saat Haid Hindari Sejumlah Makanan ini

5 hari lalu

Ketika Menstruasi, Mengapa Tak Boleh Makan Pedas dan Minum Kopi? Saat Haid Hindari Sejumlah Makanan ini

Sejumlah makanan berikut sebaiknya tidak dikonsumsi ketika masa menstruasi, salah satunya tak boleh makan pedas. Apa lagi?