Menteri Teten Apresiasi Program Training & Financing UMKM BNI

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Tempo BNI Bilateral Forum 2022 pada Kamis, 12 Mei 2022 di Ballroom Hotel The Langham, Jakarta. (Foto: Norman Senjaya)

INFO BISNIS-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKop UKM) menilai program-program BNI dalam pendampingan dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas dengan pembiayaan sangat membantu akselerasi kinerja pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Terlebih, di masa pemulihan ekonomi tahun ini banyak peluang yang bisnis yang harusnya dapat dijawab dengan cepat. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi upaya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (kode saham: BBNI) yang berperan aktif dalam mendorong UMKM lewat kolaborasi program training dan financing.  

Dia bahkan berharap program proaktif dan inovatif BNI ini perlu ditiru oleh bank lain khususnya penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar UMKM bisa lebih mudah berkembang lebih berkelanjutan sebagai tulang punggung ekonomi. 

"Program BNI yang mendukung UMKM lewat pemberian pembiayaan dan pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh para UMKM kita. Ini program yang perlu ditiru oleh bank-bank penyalur KUR untuk UMKM," kata Teten dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Mei 2022. 

Teten mengungkapkan, pemerintah saat ini terus menghadirkan ekosistem usaha untuk mendorong UMKM naik kelas, salah satunya akses pembiayaan.  

Kredit perbankan ditargetkan secara gradual ditingkat menjadi 30 persen di tahun 2024, dari saat ini yang baru 20 persen.  Tapi Masih banyak yang belum bankable.  

"Karena itu, akses ke pembiayaan bagi UMKM diperlukan pendampingan yang terus menerus supaya mereka bisa mengembangkan model bisnisnya sehingga bisa memanfaatkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya," ujarnya.  

Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menyampaikan di tengah wabah pandemi, BNI berhasil fokus membantu UMKM dan mengukir prestasi.  

Sepanjang kuartal I-2021, portofolio kredit UMKM BNI tumbuh positif sebesar Rp115,3 triliun yang menyentuh 400.000 lebih pelaku UMKM. Adapun pertumbuhan didorong lewat semakin pulihnya ekonomi Indonesia usai atau pasca pandemi.  

Hal ini semakin menunjukkan bahwa BNI fokus terhadap pembiayaan UMKM di tengah masa pandemi Covid-19, ke depan BNI akan mendukung pelaku UMKM untuk lebih produktif melalui pendampingan kepada UMKM serta support pembiayaan yang berkelanjutan. (*)

Sementara, untuk proporsi kredit UMKM BNI per Oktober 2021 didominasi oleh segmen kredit kecil yaitu sebesar 63,7 persen atau Rp73,7 triliun, ini diikuti oleh segmen menengah sebesar 35,6 persen atau sebesar Rp41,2 triliun dan Kredit Mikro sebesar 0,8 persen atau Rp0,9 triliun. Dia menyampaikan, BNI percaya betul pada kapasitas pemain UMKM tanah air yang saat ini kian berkembang.  

“Kita juga menyediakan Xpora Training & Financing untuk mendukung UMKM agar semakin familiar dengan ekspor apalagi perdagangan internasional makin berkembang ini menjadikan BNI confident,” katanya.   

Iqbal memaparkan bahwa Kredit UMKM BNI berhasil menyumbang sebesar 10,3 persen dari total Kredit UMKM Nasional per Oktober 2021 terkait dengan market share. Ini menjadikan UMKM isu penting lainnya yang juga wajib diberi perhatian di Presidensi G20.






FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

1 hari lalu

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

IRRI menilai, Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari 20 persen.


Tada Raih Penghargaan Ajang Asia-Pacific Loyalty & Engagement Awards 2022

1 hari lalu

Tada Raih Penghargaan Ajang Asia-Pacific Loyalty & Engagement Awards 2022

Kemenangan bersama yang tak lepas dari kepercayaan para klien yang telah memilih Tada


Menteri Teten Pasang Target Jumlah Wirausaha Muda RI 2024 3,95 Persen

5 hari lalu

Menteri Teten Pasang Target Jumlah Wirausaha Muda RI 2024 3,95 Persen

Teten menargetkan persentase pelaku wirausaha muda bertambah dari 3,18 persen menjadi 3,95 persen pada 2024.


Menteri Teten Berharap Bali Jadi Pusat Perdagangan Internasional RI

5 hari lalu

Menteri Teten Berharap Bali Jadi Pusat Perdagangan Internasional RI

Teten Masduki mengatakan Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain.


Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Kembali Menguat, Saham Ini Perlu Dicermati

6 hari lalu

Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Kembali Menguat, Saham Ini Perlu Dicermati

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022.


Jelajah Pulau Halmahera, akan Dibangun Rest Area di Sidangoli

7 hari lalu

Jelajah Pulau Halmahera, akan Dibangun Rest Area di Sidangoli

Sidangoli disiapkan sebagai Pintu Masuk ke Halmahera.


Naik 75,1 Persen, Laba Bersih Semester I 2022 BNI Rp 8,8 Triliun

17 hari lalu

Naik 75,1 Persen, Laba Bersih Semester I 2022 BNI Rp 8,8 Triliun

BNI mencetak laba bersih senilai Rp8,8 triliun di semester I-2022 atau naik 75,1 persen.


DED Pabrik Minyak Makan Merah Ditargetkan Selesai Pekan Kedua Agustus

24 hari lalu

DED Pabrik Minyak Makan Merah Ditargetkan Selesai Pekan Kedua Agustus

Pemerintah akan membuat percontohan pabrik produksi minyak makan merah di Sumatra dan Kalimantan.


Jokowi Dorong Pabrik Minyak Makan Merah, Pengusaha Sawit: Harus Ekonomis

27 hari lalu

Jokowi Dorong Pabrik Minyak Makan Merah, Pengusaha Sawit: Harus Ekonomis

Sekjen Gapki Eddy Martono menilai pabrik pembuatan minyak makan merah yang rencananya akan dibangun pemerintah harus ekonomis.


Zulhas Klaim Indonesia Ekspor CPO dalam Jumlah Sedikit

28 hari lalu

Zulhas Klaim Indonesia Ekspor CPO dalam Jumlah Sedikit

Zulhas bilang ekspor CPO hanya 3,4 juta ton. Sementara total produksi CPO diperkirakan berjumlah 52 juta ton.