Kemenperin: Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 3,67 Persen Selama 2021

Industri Non-Migas Bertumbuh 6,58 Persen

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatatkan pertumbuhan 3,67 persen pada industri pengolahan non minyak dan gas selama 2021. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2020 yang mengalami kontraksi 2,52 persen karena dampak wabah Covid-19.

“Perjalanan pembangunan sektor industri manufaktur di tahun 2021 masih diwarnai dengan gejolak dan tantangan akibat pandemi Covid-19,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis pada Senin, 7 Februari 2022.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa industri tumbuh hingga dua digit, di antaranya industri alat angkutan (17,82 persen), industri industri logam dasar (11,50 persen), serta industri mesin dan perlengkapan (11,43 persen). Selain itu industri kimia, farmasi, dan obat tradisional melanjutkan tren positifnya dengan tumbuh 9,61 persen.

Agus menjelaskan kinerja sektor industri tahun 2021 adalah dampak dari upaya Kemenperin mengusulkan insentif fiskal dan non fiskal untuk membangkitkan pelaku industri di tengah pandemi. Selain itu, ia ingin peraturan di semua sektor harus disederhanakan agar pertumbuhan nasional terakselerasi.

Menurutnya, percepatan pemulihan ekonomi nasional perlu juga memberikan kepastian usaha, kepastian hukum, dan penciptaan iklim usaha yang aman dan kondusif di sektor industri.

Kebijakan strategis yang diinisiasi Kemenperin selama pandemi antara lain mengeluarkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), kebijakan substitusi impor 35 persen hingga tahun 2022, serta pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Di sektor otomotif, program insentif PPnBM DTP juga terbukti mampu menopang pertumbuhan dan peningkatan produksi kendaraan,” tutur Agus.






Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

10 jam lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

IHSG menutup sesi di level 7.077,0 atau 0,49 persen lebih rendah daripada angka penutupan Selasa, 27 September 2022 di level 7.112,4.


Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

14 jam lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

14 jam lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

5 hari lalu

Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.


Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

7 hari lalu

Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

BPS Kota Solo memulai pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), 15 Oktober hingga 14 November 2022.


DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

10 hari lalu

DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran DKI Jakarta pada Februari 2022 berjumlah 410.585 ribu jiwa.


Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

13 hari lalu

Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

BPS mengumumkan neraca perdagangan per Agustus 2022 surplus US$ 4,74 miliar. Apa saja pemicunya?


BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

13 hari lalu

BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

Badan Pusat Statistik mencatat sejumlah penurunan harga secara global untuk komoditas-komoditas unggulan Indonesia.


Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

13 hari lalu

Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

BPS mencatat Neraca Perdagangan Barang secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2022 tumbuh 68,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.


Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

13 hari lalu

Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

Impor Indonesia pada Agustus naik 3,77 persen ketimbang Juli.