IKN Pindah, Ridwan Kamil Yakin Industri Manufaktur Jabar Tetap Diincar Investor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mewisuda 2.000 penghapal Al-Qur'an dalam Program Satu Desa Satu Hafidz atau Sadesha, di Hotel Sutan Raja, Soreang Kabupaten Bandung, Senin (31/1/2022).

TEMPO.CO, JakartaGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis minat para penanam modal berinvestasi di wilayah yang dipimpinnya tak surut meski ibu kota negara atau IKN akan pindah ke Kalimantan Timur. Ia bahkan yakin Jawa Barat yang merupakan pusat industri manufaktur akan tetap menjadi destinasi utama investor.

Menurut pria yang akrab disapa Emil tersebut, investasi ke IKN bakal lebih banyak ditujukan di sektor properti seperti gedung perkantoran, perumahan hingga perhotelan. "Tapi tidak industri manufaktur," ujarnya di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat, Senin, 7 Februari 2022.

Apalagi, Emil menjelaskan, Ibu Kota Negara sejak awal tidak didesain sebagai kawasan industri manufaktur. "Jadi mau (investasi ke ibu kota baru) apa saja, Jawa Barat kekuatan ekonominya 60 persen manufaktur, jadi akan tetap bertahan di situ," tuturnya.

Sebaliknya, kata Ridwan KamilDKI Jakarta yang bakal terancam dengan investasi besar-besaran di IKN. Sebab, sejumlah fungsi seperti perkantoran dan jasa di Jakarta yang pindah ke Kalimantan Timur dan berpengaruh pada minat investasi.

"Itu keyakinan saya, justru IKN akan menambah peluang-peluang investasi ke Jawa Barat, bukan mengurangi," ucap Emil.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2021, realisasi investasi untuk PMA dan PMDN mencapai Rp 136 triliun lebih. Walaupun sepanjang tahun 2021 masih ada pandemi, nilai investasi yang ditorehkan di Jawa Barat tersebut tidak turun.

Hal ini yang kemudian menunjukkan bahwa investor melihat Jawa Barat dengan persepsi positif dan pandemi hanya terjadi untuk sementara waktu. Sehingga, peluang ekonomi jangka panjang akan tetap positif.

Hal ini ditopang dengan dukungan infrastruktur yang lengkap, tingkat produktifitas tenaga kerja yang tinggi dan pelayanan investasi di level provinsi dan kabupaten/kota yang lebih cepat dan mudah. "Itulah kenapa investasi di Jawa Barat juara," kata Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mencatat pada tahun 2021, Provinsi Jawa Barat memiliki dua target investasi. Dua target itu meliputi target dari BKPM sebesar Rp 127,34 triliun dan target berdasarkan Perubahan Renstra DPMPTSP Jawa barat tahun 2018-2023 senilai Rp 101,97 triliun.

Jika merujuk target BKPM, kata Noneng, realisasi investasi Provinsi Jawa Barat tahun 2021 melebihi target sebesar 106,9 persen. Adapun bila berpatokan pada target Perubahan Renstra, realisasi investasi Provinsi Jawa Barat tahun 2021 melebihi target sebesar 133,5 persen.

Sebagai gambaran, realisasi investasi Provinsi Jawa Barat tahun 2021 lalu, baik PMA maupun PMDN naik ketimbang tahun 2020. Khusus untuk realisasi investasi asing, nilainya naik 10,36 persen dan penanaman modal dalam negeri naik 16,63 persen.

BISNIS

Baca: Luhut Beberkan Alasan Pemerintah Naikkan PPKM Jabodetabek ke Level 3

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

4 jam lalu

Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

Kaesang Pangarep menceritakan pernah bertemu Lo Kheng Hong pada 2019. Siapakah sosok yang akrab disapa Pak Lo ini?


Targetkan Pengisian Bendungan Sepaku Dimulai Sebelum 2023, PUPR: Kebutuhan Dasar di IKN

22 jam lalu

Targetkan Pengisian Bendungan Sepaku Dimulai Sebelum 2023, PUPR: Kebutuhan Dasar di IKN

PUPR menargetkan bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dapat selesai pada 2023 mendatang.


Raih Kontrak Infrastruktur IKN Rp 5 T, Hutama Karya Rincikan Proyeknya

1 hari lalu

Raih Kontrak Infrastruktur IKN Rp 5 T, Hutama Karya Rincikan Proyeknya

PT Hutama Karya (Persero) telah mendapatkan kontrak hingga Rp5 triliun dari sejumlah kontrak proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.


Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

1 hari lalu

Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya terbuka jika Ridwan Kamil ingin bergabung. Tapi semua tergantung Ridwan Kamil sendiri.


Usai Bertemu Pengurus Kosgoro, Ridwan Kamil Segera Putuskan Gabung ke Parpol

1 hari lalu

Usai Bertemu Pengurus Kosgoro, Ridwan Kamil Segera Putuskan Gabung ke Parpol

Wantimpres Agung Laksono memberikan sejumlah nasihat kepada Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil soal karier politiknya


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

2 hari lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

Aidil mengatakan resesi akan membuat tabungan masyarakat di bank tergerus tingginya inflasi.


Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

3 hari lalu

Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

Pertemuan tingkat menteri bidang perdagangan, investasi, dan industri di Bali pada 22-23 September 2022 menghasilkan kesepakatan baru yaitu Bali Compendium (Kompendium Bali), yang terdiri atas lima poin.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

3 hari lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Rapat Pleno Guru Besar PTNBH, Bahas Universitas di IKN dan ...

3 hari lalu

Rapat Pleno Guru Besar PTNBH, Bahas Universitas di IKN dan ...

Pemerintah perlu merancang pembangunan perguruan tinggi kelas dunia di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara


Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

3 hari lalu

Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

Apindo meminta pemerintah menciptakan kebijakan fiskal dan makro prudential yang responsif untuk menanggulangi dampak resesi global.