Ingin Investasi Aman Selama PPKM? Simak Bunga Deposito di BCA dan 3 Bank BUMN

Ilustrasi investasi. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan masih akan mengevaluasi PPKM Darurat sebelum akhirnya memutuskan memperpanjang pembatasan tersebut atau tidak. Di tengah ketidakpastian ini, salah satu yang bisa dilakukan untuk berjaga-jaga dalam hal keuangan adalah dengan menyimpan uang di instrumen deposito.

Selain deposito, sebetulnya ada juga pilihan produk simpanan uang lainnya di bank, seperti tabungan dan giro. Tapi deposito selama ini masih jadi favorit kebanyakan nasabah karena menawarkan bunga lebih tinggi ketimbang tabungan. Deposito merupakan produk simpanan yang memiliki ketentuan penarikan sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

Di masa pandemi, deposito juga bisa menjadi instrumen menyimpan dan investasi karena dijamin oleh pemerintah. Namun ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan nasabah sebelum memutuskan untuk berinvestasi di deposito.

Selain menentukan jangka waktu deposito sesuai dengan kebutuhan, nasabah juga perlu membandingkan suku bunga deposito antar bank. Suku bunga yang di tawarkan bank tersebut juga harus dipastikan telah memenuhi ketentuan bunga pinjaman Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini sebesar 4 persen (rupiah) dan 0,5 persen (valas) di bank umum dan 6,5 persen di BPR.

Jika tertarik menyimpan dana dalam bentuk deposito, Anda bisa mengecek suku bunga yang ditawarkan oleh sejumlah bank besar seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Berikut rangkumannya.

1. BCA 

PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA mematok suku bunga deposito rupiah sebesar 2,85 persen per tahun. Bunga deposito ini berlaku untuk seluruh tiering simpanan dan semua tenor.

Adapun tenor deposito rupiah di BCA terdiri dari 1, 3, 6, dan 12 bulan. Suku bunga deposito sebesar 2,85 persen per tahun tersebut berlaku efektif sejak 15 Maret 2021.






Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

4 jam lalu

Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memprediksi tingkat inflasi pada September 2022 bakal melonjak hingga melampaui target pemerintah. Kenapa?


Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

6 jam lalu

Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

1 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

1 hari lalu

Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Sabtu sore, 1 Oktober 2022 antara lain empat fakta penarikan Mie Sedaap dari peredaran di supermarket Hong Kong.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

1 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

2 hari lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja di Kedubes AS Tawarkan Gaji Ratusan Juta, Harga Pertamax Turun

Berita terkini bisnis hingga Sabtu siang, 1 Oktober 2022, dimulai dari lowongan kerja di Kedubes AS untuk ditempatkan di Jakarta dan Surabaya.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

2 hari lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

2 hari lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

2 hari lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

2 hari lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.