Akhir Pekan Rupiah Ditutup Menguat 50 Poin, Diprediksi Terus Berlanjut

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat 50 poin pada perdagangan Jumat hari ini, 16 April 2021. Dari posisi Rp 14.565 pada penutupuan perdagangan Kamis kemarin, 15 April 2021, menjadi Rp 14.615.

    "Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi, namun ditutup menguat di rentang Rp 14.545 sampai Rp 14.600," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.

    Di sisi lain, Ibrahim menilai indeks dolar yang sedang menguat tetap akan mengakhiri minggu ini dengan penurunan mingguan. "Back-to-back terburuk pada tahun 2021," kata dia.

    Berbagai faktor jadi pemicu kondisi ini. Salah satunya karena pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal I 2021 yang mencapai 18,3 persen di tengah pandemi Covid-19 yuang masih berlangsung.

    Menurut Ibrahim, para investor menulai pertumbuhan di Cina ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi di dalam negeri (Indonesia) bisa dilakukan dengan cepat, bahkan perkiraan PDB di kuartal II 7 persen kemungkinan bisa terealisasi," kata dia.

    Sebagai kalkulasi, kata dia, setiap pertumbuhan ekonomi Cina 1 persen akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,05 persen. Dengan demikian, Ibrahim menyebut dampak dari pertumbuhan ekonomi Cina akan terasa di Indonesia pada kuartal II dan III 2021.

    BACA: Rupiah Ditutup Melemah di Level 14.615 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.