Rupiah Ditutup Melemah di Level 14.615 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan indeks dolar menguat dan sebaliknya rupiah melemah dalam perdagangan pada hari ini, Kamis, 15 April 2021. 

    Dari sisi eksternal, Ibrahim menyebut dolar bertahan di dekat level terendah dalam tiga minggu terhadap sejumlah mata uang. "Dengan imbal hasil obligasi Amerika Serikat mundur dari lonjakan bulan lalu," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 15 April 2021.

    Selain itu, sisi eksternal yang mempengaruhi penguatan indeks dolar AS adalah meningkatnya sentimen konsumen di Amerika Serikat. Ibrahim mengutip pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika, The Fed, Jerome Powell, yang menyebut pemulihan ekonomi negaranya dari Covid-19 akan berlangsung lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang.

    Di sisi lain, Ibrahim juga mencatat rupiah ditutup melemah 12 poin dalam perdagangan Kamis ini ke level Rp 14.615 dari penutupan sebelumnya. Sedangkan untuk perdagangan besok, kata dia, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi. "Namun ditutup melemah di rentang Rp 14.600 sampai Rp 14.635," kata dia.

    Salah satu yang berpengaruh yaitu pengumuman terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mengumumkan neraca perdagangan yang surplus sebesar US$ 1,57 miliar (month to month/mtm) pada Maret 2021 kemarin. Realisasi itu lebih rendah dari surplus US$ 2 miliar pada Februari 2021, tapi masih lebih tinggi dari surplus US$743 juta pada Maret 2020.

    Secara total, kata Ibrahim, ekspor Januari-Maret 2021 mencapai US$ 48,90 miliar. Nilai ini masih naik 17,11 persen dari US$ 41,76 miliar pada Januari-Maret 2020. Ia memperkirakan rupiah bakal melemah pada perdagangan Jumat besok.

    Baca: BPS: Neraca Perdagangan Maret 2021 Surplus USD 1,57 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.