Bujuk Unicorn IPO di RI, Bos BEI: Apa yang Bisa Kami Bantu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati


    Kedua, Bursa juga telah mengimplementasikan sektoral baru untuk Perusahaan Tercatat yaitu IDX-IC, pada tanggal 25 Januari 2021. Menurut Nyoman, adanya IDX-IC akan lebih mencerminkan sektoral dari Perusahaan Tercatat sehingga mereka dapat lebih diperbandingkan dengan perusahaan tercatat lainnya di BEI dan dengan perusahaan tercatat di Bursa global.

    Ketiga, Bursa sudah melakukan kajian hukum dan berdiskusi dengan otoritas dan stakeholder terkait potensi penerapan Dual Class Shares dengan skema Multiple Voting Shares di Indonesia. Sebagai catatan, penerapan Dual Class Shares lazim dipilih oleh perusahaan teknologi di bursa global yang mana ketika perusahaan tersebut melakukan IPO, ada beberapa jenis saham yang diterbitkan. Misalnya saham Seri A dan saham seri B.

    Adapun, Nyoman mengharapkan dengan beberapa usaha dan kebijakan yang dilakukan oleh BEI bersama dengan para stakeholder, dapat menarik minat banyak perusahaan di Indonesia termasuk unicorn untuk dapat memanfaatkan pendanaan di pasar modal.

    BISNIS

    Baca juga: Tak Hanya Berencana IPO di Bursa Amerika, Traveloka Minati Pasar Modal RI

    JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berkomunikasi secara intens dengan perusahaan unicorn dalam negeri untuk melantai di pasar saham Indonesia. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan perbincangan dengan perusahaan unicorn untuk melakukan initial public offering (IPO) di BEI. Dia menjelaskan, otoritas Bursa menyambut baik niat perusahaan-perusahaan bervaluasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun tersebut untuk melepas kepemilikan saham mereka ke publik. Baca Juga : Setahun Covid-19 di Indonesia, OJK: Kepercayaan Pasar Sudah Kembali “Kita sudah meeting beberapa kali dengan mereka dan bicara apa yang bisa kami bantu agar mereka bisa mencatatkan diri di BEI,” katanya dalam forum daring, Selasa (2/3/2021) Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyatakan tengah menggodok beberapa penyesuaian baru dalam aturan bursa untuk menyambut IPO perusahaan unicorn. Pertama, melakukan penyesuaian Peraturan I-A yang saat ini sedang dalam tahap rule making rule. Bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga dapat mengkomodasi berbagai karakteristik perusahaan, termasuk namun tidak terbatas kepada perusahaan unicorn di Indonesia. Kedua, Bursa juga telah mengimplementasikan sektoral baru untuk Perusahaan Tercatat yaitu IDX-IC, pada tanggal 25 Januari 2021. Menurut Nyoman, adanya IDX-IC akan lebih mencerminkan sektoral dari Perusahaan Tercatat sehingga mereka dapat lebih diperbandingkan dengan perusahaan tercatat lainnya di BEI dan dengan perusahaan tercatat di Bursa global. Baca Juga : Setahun Pandemi di Indonesia, Banyak Pencapaian di Pasal Modal Ketiga, Bursa sudah melakukan kajian hukum dan berdiskusi dengan otoritas dan stakeholder terkait potensi penerapan Dual Class Shares dengan skema Multiple Voting Shares di Indonesia. Sebagai catatan, penerapan Dual Class Shares lazim dipilih oleh perusahaan teknologi di bursa global yang mana ketika perusahaan tersebut melakukan IPO, ada beberapa jenis saham yang diterbitkan, misalnya saham Seri A dan saham seri B. Adapun, Nyoman mengharapkan dengan beberapa usaha dan kebijakan yang dilakukan oleh BEI bersama dengan para stakeholder, dapat menarik minat banyak perusahaan di Indonesia termasuk unicorn untuk dapat memanfaatkan pendanaan di pasar modal.

    Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "BEI Terus Rayu Unicorn untuk IPO di Indonesia", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20210302/7/1362969/bei-terus-rayu-unicorn-untuk-ipo-di-indonesia.
    Author: Dhiany Nadya Utami
    Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

    Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
    Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
    iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H