Bujuk Unicorn IPO di RI, Bos BEI: Apa yang Bisa Kami Bantu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi saat diskusi bersama redaksi dan manajemen Tempo di gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berkomunikasi secara intens dengan perusahaan unicorn dalam negeri untuk melantai di pasar saham Indonesia.

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan perbincangan dengan perusahaan unicorn untuk melakukan initial public offering (IPO) di BEI.

    Dia menjelaskan, otoritas Bursa menyambut baik niat perusahaan-perusahaan bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun tersebut untuk melepas kepemilikan saham mereka ke publik.

    “Kita sudah meeting beberapa kali dengan mereka dan bicara apa yang bisa kami bantu agar mereka bisa mencatatkan diri di BEI,” katanya dalam forum daring, Selasa, 2 Maret 2021.

    Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyatakan tengah menggodok beberapa penyesuaian baru dalam aturan bursa untuk menyambut IPO perusahaan unicorn.

    Pertama, melakukan penyesuaian Peraturan I-A yang saat ini sedang dalam tahap rule making rule. Bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan, termasuk namun tidak terbatas kepada perusahaan unicorn di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.