Kumpulkan Data Penumpang Sriwijaya Air, Jasa Raharja Hubungi 50 Keluarga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI Angakatan Laut dari KRI Kurau menyerahkan serpihan diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 kepada Basarnas dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Jakarta International Container Terminal atau JICT 2, Jakarta Utara pada Ahad, 10 Januari 2021. Tempo/M YUSUF MANURUNG

    Anggota TNI Angakatan Laut dari KRI Kurau menyerahkan serpihan diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 kepada Basarnas dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Jakarta International Container Terminal atau JICT 2, Jakarta Utara pada Ahad, 10 Januari 2021. Tempo/M YUSUF MANURUNG

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding mengatakan Jasa Raharja masih melakukan pendataan terhadap Penumpang dan juga Keluarga Penumpang dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pendataaan penumpang dan keluarganya dilakukan sejak malam sampai sekarang. 

    "Jasa Raharja telah berhasil mengumpulkan data dan menghubungi sejumlah 50 keluarga penumpang," kata Amos dalam keterangan tertulis, Ahad, 10 Januari 2021. Jasa Raharja adalah perusahaan asuransi sosial pelat merah atau BUMN. Perseroan memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum resmi.

    Beberapa diantaranya, kata dia, telah dikunjungi oleh Petugas Jasa Raharja untuk menyampaikan rasa empati atas musibah yg terjadi.

    "Kami terus mendoakan yang terbaik bagi Para Penumpang dan Awak Pesawat Sriwijaya Air #SJ182, serta semoga proses pencarian penumpang oleh Basarnas, TNI/Polri, dan Instansi lainnya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT Tuhan YME...aamiin," ujarnya.

    Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, tepatnya pukul 14.40 WIB. Pesawat diduga jatuh di dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.