Pasar Respons Positif Rencana Vaksinasi Pemerintah, Rupiah Ditutup Menguat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas penukaran mata uang asing tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen ke level 14.200. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rupiah ditutup menguat 80 poin pada perdagangan Rabu, 30 Desember 2020 di level 14.050 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 14.130.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu sentimen positif yang direspon pasar adalah rencana vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. "Dengan melihat perencanaan pemerintah yang optimistis akan imunisasi vaksin, maka pelaku pasar kembali gembira dan merespon positif terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan yang akan kembali membaik," ujar ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 Desember 2020.

    Ibrahim mengatakan sentimen tersebut dapat mendorong arus modal asing kembali masuk ke dalam pasar finansial dalam negeri. Sehingga, ia memperkirakan, rupiah bisa berada mendekati level 14.000 per dolar AS di akhir tahun ini.

    Pemerintah dalam beberapa waktu ini gencar membuat perencanaan mengenai program vaksinasi Covid-19. Untuk mencapai herd immunity atau ketahanan kelompok, Indonesia harus menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada sedikitnya 181 juta penduduk.

    Ibrahim mengatakan pasar memantau rencana dua gelombang imunisasi vaksin Covid-19 di tahun depan. Gelombang pertama vaksinasi dilakukan pada Januari 2021 hingga April 2021. Vaksin akan disuntikkan kepada 1,3 juta petugas kesehatan dan 17,4 juta petugas publik.

    Pada gelombang pertama vaksinasi, pemerintah juga mempertimbangkan memberikan vaksin kepada 21,5 juta penduduk lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas. Namun, penyuntikan dilakukan setelah mendapat informasi keamanan vaksin, misalnya tertuang dalam data uji klinis tahap 3 atau izin penggunaan darurat dari BPOM.

    Gelombang kedua vaksinasi akan dilakukan pada April 2021. Vaksin Covid-19 akan disuntikkan kepada 63,9 juta masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi. Selanjutnya masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin dengan jumlah 77,4 juta penduduk.

    Adapun isu dari luar negeri, kata Ibrahim, pelaku pasar mencerna berita bahwa Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan stimulus AS. Di samping itu, Federal Reserve juga memperpanjang tanggal berakhirnya Program Pinjaman Jalan Utama delapan hari hingga 8 Januari.

    Selain itu, pasar juga memantau pemilihan putaran kedua di Georgia, yang akan berlangsung pada 5 Januari. Pemilu tersebut akan menentukan apakah Demokrat atau Republik mengontrol Senat.

    "Jika pemilihan menghasilkan kemenangan bagi Demokrat, ekspektasi kebijakan fiskal yang terus menerus akan membebani dolar dan menjadi bullish untuk logam mulia, manajer komoditas senior Phillip Futures Avtar Sandu mengatakan dalam sebuah catatan," ujar Ibrahim.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.