Serapan Beras Bulog Mencapai 50 Persen selama Semester I 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 18 Maret 2020. Jokowi berkeliling gudang beras tersebut didampingi Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Foto: BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 18 Maret 2020. Jokowi berkeliling gudang beras tersebut didampingi Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Foto: BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog tercatat telah menyerap beras sebanyak 700.000 ton sepanjang semester I atau setara 50 persen dengan target penyerapan Bulog yang dipatok 1,4 juta ton tahun ini. 

    “Kondisi petani saat ini betul-betul perlu dibantu. Itulah sebabnya satuan kerja pengadaan dan para mitra kerja terus melakukan penyerapan beras sejak awal tahun sampai akhir Juni 2020,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam keterangan resmi, Kamis 2 Juli 2020.

    Adapun, satuan kerja Pengadaan Perum Bulog menyerap 365.000 ton setara beras, sedangkan mitra kerja yang terdiri dari koperasi dan non koperasi menyerap 335.000 ton.

    Budi mengatakan, realisasi pengadaan beras yang mencapai 700.000 ton tersebut tersebar di seluruh wilayah kerja perusahaan di seluruh Indonesia. Target pengadaan yang dipaton 1,4 juta ton pun disebutnya telah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan.

    “Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi selama pandemi Covid-19 ini”, lanjutnya.

    Sebelumnya, Budi Waseso membeberkan potensi ditunjuknya perusahaan itu sebagai penyalur beras bantuan sosial untuk tiga bulan ke depan. Rencananya, 10 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia bakal menjadi sasaran dalam penugasan ini.

    Budi mengemukakan, setiap penerima manfaat akan rutin menerima 15 kilogram beras dalam tiga bulan ke depan. Jika program ini berjalan lancar, maka total stok kelolaan Bulog yang berpotensi tersalur mencapai 450.000 ton.

    "Kami mungkin perlu menyiapkan 900.000 ton beras sampai akhir tahun jika penugasan ini berlanjut sampai Desember,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa lalu 23 Juni 2020.

    Potensi penyaluran tersebut terbilang bagus. Sejak pemerintah mengganti program bantuan sosial beras sejahtera menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT), ruang penyaluran stok beras Bulog tercatat kian terbatas dan membuat capaian serapan beras perusahaan itu menurun setiap tahunnya.

    Pada 2016 misalnya, Bulog tercatat berhasil menyerap 2,96 juta ton beras. Jumlah ini perlahan susut menjadi 2,16 juta ton pada 2017, 1,44 juta ton pada 2018, dan 1,19 juta ton pada 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.