Morgan Stanley Beberkan 3 Faktor Percepatan Pemulihan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Morgan Stanley. AP/Seth Wenig

    Morgan Stanley. AP/Seth Wenig

    TEMPO.CO, Jakarta - Riset terbaru lembaga keuangan Morgan Stanley menunjukkan bahwa ada tiga faktor penting yang mempengaruhi seberapa cepat pemulihan ekonomi nasional suatu negara, agar kembali ke tingkat pertumbuhan seperti sebelum dihantam pandemi Covid-19.

    Faktor pertama adalah bagaimana masing-masing aktivitas ekonomi terpapar pada resesi global. Hal ini akan mempengaruhi laju pemulihan global serta tingkat pertumbuhan ekonomi struktural yang melekat.

    Morgan Stanley mencontohkan ekonomi AS dan Eropa yang diperkirakan dapat kembali pulih ke level sebelum Covid-19 masing-masing pada kuartal IV/2021 dan I/2022. "Efeknya akan terasa melalui keterkaitan di pemulihan perdagangan, pariwisata dan komoditas," ujar Morgan Stanley dalam risetnya, Selasa 23 Juni 2020.

    Bagi negara Asia yang termasuk pulih lebih cepat seperti Indonesia, India, Cina dan Filipina, lebih berorientasi ke permintaan domestik. "Ini artinya, manajemen situasi Covid-19 domestik lebih penting."

    Adapun negara-negara Asia  seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Thailand hingga Korea Selatan lebih terbantu oleh kegiatan ekspor. Oleh karena itu, Morgan Stanley menilai pemulihan ekonomi nasional negara tersebut akan dipengaruhi oleh perkembangan eksternal atau global secara lebih luas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.