OJK Ingatkan Peran Daerah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pentingnya peran daerah dalam pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi COVID-19.

    "Peran ekonomi daerah menjadi penting untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada peresmian Kantor OJK Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Jumat 19 Juni 2020.

    Menurut Wimboh, daya tahan sektor riil dan sektor keuangan serta kecepatan pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada efektivitas implementasi stimulus perekonomian yang dilakukan daerah. Oleh karena itu, Kantor OJK di berbagai daerah sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan bagi industri jasa keuangan (IJK) dan masyarakat.

    "Kantor OJK Surakarta memiliki peran meningkatkan perekonomian wilayah Soloraya yang punya kapasitas ekonomi besar terutama pada industri pengolahan, perdagangan, ekonomi kreatif, dan pariwisata," kata Wimboh.

    Kantor OJK Surakarta memiliki wilayah pengawasan Solo Raya yang mencakup Kota Solo, Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Berdasarkan data OJK, jumlah perbankan di wilayah Solo Raya meliputi 190 kantor cabang perbankan, 73 kantor pusat BPR, dan 8 kantor pusat BPR syariah.

    Per Juni 2020, realisasi restrukturisasi kredit dan pembiayaan di sektor UMKM di wilayah Solo Raya untuk bank umum maupun BPR dan BPRS mencapai nilai outstanding sebesar Rp 13,24 triliun. Restrukturisasi sebesar itu diberikan untuk 157.552 debitur.

    Selanjutnya, realisasi restrukturisasi kredit pada lembaga pembiayaan senilai Rp 1,2 triliun untuk 41.839 debitur. Sedangkan realisasi restrukturisasi untuk perusahaan pergadaian dan PNM tercatat telah diberikan kepada 2.299 debitur dengan nilai Rp 138 miliar. Rinciannya, pergadaian sebesar Rp 49 miliar dan PNM Rp 89 miliar.

    OJK juga mencatat, per April 2020 kontribusi pembiayaan perbankan di Solo untuk kredit modal kerja tumbuh sebesar 6,52 persen secara "year on year" (yoy), kredit usaha mikro tumbuh sebesar 16,4 persen (yoy), dan kredit kepada usaha kecil tumbuh sebesar 20,23 persen (yoy). "Kredit untuk sektor prioritas seperti industri pengolahan, perikanan, perdagangan, dan konstruksi juga mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu," Wimboh menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.