Operasional Hulu Migas Diharapkan Lebih Produktif Saat New Normal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SKK Migas menerapkan kebijakan jaga jarak dengan memanfaatkan teknologi untuk kordinasi pekerjaan dengan kebijakan untuk bekerja dari rumah (work from home) untuk semua pekerja tanpa terkecuali, atasi wabah COVID-19, Pekanbaru Minggu (22/3). (Antara/Vera Lusiana)

    SKK Migas menerapkan kebijakan jaga jarak dengan memanfaatkan teknologi untuk kordinasi pekerjaan dengan kebijakan untuk bekerja dari rumah (work from home) untuk semua pekerja tanpa terkecuali, atasi wabah COVID-19, Pekanbaru Minggu (22/3). (Antara/Vera Lusiana)

    TEMPO.CO, Jakarta -Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno berharap operasional hulu migas lebih produktif pada masa new normal.

    "[Karena] mobilisasi orang dan barang tidak terganggu," katanya kepada Bisnis, Selasa, 9 Juni 2020.

    SKK Migas, kata Julius, telah mengirimkan surat edaran untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terkait dengan persiapan dan pelaksanaan operasional new normal.

    Dia mengungkapkan, persiapan dan pelaksanaan operasional new normal dengan tetap menaati protokol kesehatan yang ada dan berlaku di daerah operasi migas.

    "Tidak ada arahan khusus, yang penting sesuai dengan protokol yang ada. Sedang kami usahakan kalau bisa karantina sebelum crew change satu minggu saja daripada 2 minggu," katanya.

    Adapun, SKK Migas mencatat 8 dampak pandemi Covid-19 terhadap kegiatan hulu migas di dalam negeri.

    Pertama, pandemi tersebut membuat transportasi material lebih lama, khususnya pengiriman material dari luar negeri. Kedua, membuat inspeksi kinerja peralatan atau fasilitas lebih lama karena work from home.

    Ketiga, mobilisasi pekerja ke lokasi menjadi lebih sulit karena perizinan dan waktu karantina, serta potensi overstay yang berisiko pada keselamatan pekerja. Keempat, persetujuan pengurusan perizinan dapat memakan waktu lebih lama.

    Kelima, kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek menjadi tertunda atau lebih lama. Keenam, keterbatasan jumlah personel yang diperbolehkan berada di lokasi proyek, khususnya untuk proyek offshore.

    Ketujuh, produktivitas tenaga kerja menjadi menurun. Kedelapan, produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah karena work from home.

    Sebelumnya, SKK Migas berupaya dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk meminta pengecualian mobilisasi barang dan personel selama masa pandemi Covid-19 untuk industri hulu migas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?