Ojol Angkut Penumpang saat PSBB Transisi, Gojek Siapkan 4 Hal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online (ojol) mengangkut penumpang di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Kamis, 9 April 2020. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan di DKI Jakarta pada 10 April 2020 menyatakan Ojek daring  hanya boleh mengangkut barang, bukan orang. TEMPO/Nurdiansah

    Pengemudi ojek online (ojol) mengangkut penumpang di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Kamis, 9 April 2020. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan di DKI Jakarta pada 10 April 2020 menyatakan Ojek daring hanya boleh mengangkut barang, bukan orang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka 100 persen layanan transportasi dengan sepeda motor, termasuk ojek online, pada masa transisi fase mulai pekan depan, 8 Juni 2020. 

    “Gojek sangat menyambut baik hal ini karena para mitra pengemudi nantinya dapat kembali melayani transportasi bagi penumpang,” kata Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.

    Terkait hal itu, kata Nila, Gojek menyiapkan prosedur untuk menjaga aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan GoRide dan GoCar. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga sudah memberlakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 5 Juni 2020 dengan memperbolehkan kembali membawa penumpang.

    Dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pendemi Corona atau Covid-19, Gojek menerapkan sedikitnya empat hal. Keempat hal itu adalah:

    1. Mewajibkan mitra pengemudi untuk menggunakan masker dan sarung tangan sebagai syarat untuk menjalankan order.

    2. Mewajibkan penumpang menggunakan masker.

    “Pada layanan GoRide dan GoCar, kami mewajibkan penumpang menggunakan masker selama berkendara, serta mengimbau untuk membawa helm SNI pribadi bagi penumpang GoRide,” kata Nila.

    3. Mendirikan 130 Posko Aman Bersama Gojek di 16 kota.

    Posko ini menyediakan tiga layanan rutin bagi seluruh mitra driver yaitu pengecekan suhu tubuh, pembagian healthy kit (masker dan hand sanitizer) dan penyemprotan disinfektan baik ke motor ataupun mobil.

    3. Menambah fitur informasi kesehatan mitra di aplikasi Gojek.

    Pelanggan dapat mengetahui suhu tubuh dan status disinfeksi kendaraan mitra driver melalui aplikasi Gojek. “Fitur ini tidak hanya membantu pengguna layanan Gojek merasa aman, tetapi juga membantu para mitra driveruntuk bisa bekerja dengan tenang,” kata Nila.

    4. Menggunakan sekat pelindung plastik.

    Nila menjelaskan, saat ini ribuan armada transportasi online itu telah dilengkapi sekat pelindung pembatas antara mitra driver dan penumpang. "Jumlah ini akan terus bertambah ke depannya sebagai bagian dari standar keamanan dan kesehatan kami,” ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.