BKPM: Industri Makanan Magnet Investasi Sektor Manufaktur

Reporter

Editor

Rahma Tri

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran "Making Indonesia 4.0" di JCC, Senayan, Jakarta, 4 April 2018. Adapun kelima sektor tersebut, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Otomotif, Industri Elektronik, Industri Kimia, serta Industri Tekstil. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, JakartaBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut industri makanan sebagai sektor yang paling diminati para pemodal. Dalam lima tahun terakhir, sejak 2015 hingga triwulan I 2020, investasi di sektor tersebut menjadi yang tertinggi dengan menghimpun modal Rp 293,2 triliun atau 21,7 persen dari total investasi sektor manufaktur Rp 1.348,9 triliun.

Sektor berikutnya yang juga diminati pemodal adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan triwulan I 2020 dengan total investasi mencapai Rp 266,7 triliun. Selanjutnya, Industri Kimia dan Farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp 243,9 triliun.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Indriani mengatakan, sektor manufaktur berpotensi besar untuk jauh lebih meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi dan internet, proses produksi akan lebih efisien. Di samping itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN.

“Angka-angka ini menjadi refleksi bahwa tidak bisa dipungkiri jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman," ujar Farah dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2020. Diantara dua sektor lainnya, ia melihat hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA. Sehingga, ia meyakini industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia.

Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada 5 tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi,  rata-rata mengalami kenaikan sebesar 3 persen per tahun. Ini menempatkannya pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder. Pada tahun 2017, Industri Makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp 64,8 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar pada 5 tahun terakhir meskipun tidak selalu menjadi yang teratas, menunjukkan potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11 persen per tahun. “Kalau kita merunut data Industri Makanan, memang kenaikannya tidak sebanyak investasi Industri Logam Dasar. Kenaikan investasi di Industri Logam Dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri” kata Farah.

 






Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

3 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan Sarankan Masyarakat Investasi Ketimbang Menabung

Aidil mengatakan resesi akan membuat tabungan masyarakat di bank tergerus tingginya inflasi.


Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

19 jam lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

IHSG menutup sesi di level 7.077,0 atau 0,49 persen lebih rendah daripada angka penutupan Selasa, 27 September 2022 di level 7.112,4.


Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

1 hari lalu

Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

Pertemuan tingkat menteri bidang perdagangan, investasi, dan industri di Bali pada 22-23 September 2022 menghasilkan kesepakatan baru yaitu Bali Compendium (Kompendium Bali), yang terdiri atas lima poin.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

1 hari lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

Apindo meminta pemerintah menciptakan kebijakan fiskal dan makro prudential yang responsif untuk menanggulangi dampak resesi global.


Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

2 hari lalu

Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

Bahlil sempat tak yakin dapat menyelesaikan 100 persen investasi mangkrak yang sudah dia petakan sejak menjabat pada 2019.


Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

2 hari lalu

Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari 2.078 izin usaha pertambangan atau IUP yang dicabut, ada 700 perusahaan yang menyatakan keberatan.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

4 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

5 hari lalu

Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

Zulkifli Hasan menyampaikan hasil pertemuan Menteri Negara G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM).