Pemerintah Terus Rayu Investor Alat Kesehatan Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah terus merayu investor alat kesehatan untuk masuk dan menanamkan modal di Indonesia. Apalagi, tahun 2021 mendatang Indonesia sudah akan memiliki laboratorium khusus untuk menguji alat medis.

    "Mulai tahun depan, Indonesia akan punya laboratorium untuk tes alat medis. Kita sudah rancang laboratorium ini selama tiga tahun dan akan dirampungkan tahun ini," kata Plt Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo Teguh Sambodo dalam webinar di Jakarta, Rabu 13 Mei 2020.

    Leonardo menjelaskan, nantinya investor akan dapat berkolaborasi dengan laboratorium itu untuk menguji alat medis atau alat kesehatan yang mereka produksi. "Kami harap akan ada lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, terutama di sektor manufaktur, khususnya di bidang farmasi dan alat medis," katanya.

    Pemerintah, lanjut Leonardo, juga terus akan mengundang investasi masuk. Pemerintah khususnya mengundang para investor asing yang tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal yang telah memproduksi prototipe alat medis agar bisa naik kelas dan membuat alat mereka lebih komersil.

    Hal itu perlu dilakukan lantaran saat ini sudah banyak inisiatif pengembangan alat medis, seperti ventilator atau alat medis lainnya, yang masih dalam tahap pengembangan prototipe.  Di sisi lain ada pula yang akan masuk tahap komersial namun perlu dukungan lebih besar lagi.

    "Kami akan memfasilitasi lebih banyak investasi di sektor manufaktur, di sektor kesehatan, khususnya farmasi dan alat medis," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.