Pengusaha Berharap Ekspor dan Konsumsi RI Naik Pasca New Normal

Reporter

Editor

Rahma Tri

Sejumlah pengunjung mengikuti prosedur jaga jarak fisik dan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki mal di Padang, Sumatera Barat, Rabu, 20 Mei 2020. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani memperkirakan ekspor dan konsumsi nasional akan kembali meningkat setelah kebijakan New Normal diterapkan di Tanah Air. Namun, kenaikan itu relatif terhadap kondisi satu hingga dua bulan terakhir.

"Peningkatannya akan lama dan belum akan setinggi seperti pada masa pra-pandemi," ujar Shinta kepada Tempo, Senin, 25 Mei 2020.

Proyeksi dengan asumsi kebijakan new normal sukses ditransisikan pelaksanaannya tanpa meningkatkan penyebaran wabah di Indonesia yang lebih eksponensial dari saat ini. Dengan demikian, tutur Shinta, tidak ada tekanan dari masyarakat internasional terkait kebijakan tersebut. Pasalnya, tekanan tersebut dikhawatirkan malah bisa menjadi sentimen negatif terhadap iklim usaha di investasi di Tanah Air.

Karena itu, Shinta mengatakan hingga saat ini dunia usaha masih memantau bagaimana proses normalisasi bakal dijalankan setelah adanya pembatasan akibat pandemi ini. Para pengusaha, menurut dia, berharap kebijakan itu lancar diterapkan sehingga bisa mendorong kinerja manufaktur dan ekspor-impor.

"Secara logis, dengan new normal seharusnya hambatan-hambatan logistik, pembatasan-pembatasan jam operasional, berbagai bentuk karantina, dan tekanan untuk tutup operasi dari Pemda akan turun. Sehingga, (hambatan) kegiatan operasi perusahaan baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor bisa berkurang drastis dan kinerja manufaktur nasional bisa lebih tinggi dibanding 1-2 bulan terakhir," ujar Shinta.

Meskipun demikian, ia menilai tekanan pada kinerja manufaktur dan ekspor-impor tidak hanya terjadi karena regulasi terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau kebijakan pengendalian pandemi lainnya. Tekanan juga datang dari rendahnya permintaan pasar nasional dan global yang belum bisa diprediksi pemulihannya. "Apakah akan dalam waktu dekat akan seperti apa, karena sangat-sangat tergantung kepada confidence pasar dalam negeri dan pasar global untuk meningkatkan pengeluaran atau melakukan transaksi yang sifatnya lebih non-primer atau non-esensial."






Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

8 jam lalu

Resesi Global 2023, Pemerintah Diminta Bisa Pulangkan Devisa Hasil Ekspor di Bank Luar Negeri

Bhima Yudhistira, mencatat beberapa cara untuk meminimalisir dampak ancaman resesi global 2023.


Kemendag: Oktober 2022, Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga

9 jam lalu

Kemendag: Oktober 2022, Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga

Kemendag menyatakam hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga.


Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

10 jam lalu

Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bersinergi dengan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk-produk UMKM.


Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

1 hari lalu

Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

Kepala Barantan Bambang menjelaskan penahanan 1.619 ton produk hortikultura dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku usaha.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

1 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

2 hari lalu

Menko Airlangga Klaim Hilirisasi Pertanian Berhasil Naikkan Nilai Ekspor

Airlangga Hartarto mengklaim berbagai indikator perekonomian nasional menguat di tengah risiko pelemahan ekonomi global.


Lepas Ekspor 1,2 Juta Produk Aluminium, Mendag: Kami Sudah Buatkan Jalan Tolnya

2 hari lalu

Lepas Ekspor 1,2 Juta Produk Aluminium, Mendag: Kami Sudah Buatkan Jalan Tolnya

Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor produk aluminium produksi PT Maspion Group sebanyak 22 kontainer ke enam negara.


Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

4 hari lalu

Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

Luhut mengatakan laut Indonesia yang seluas 6,4 juta kilometer persegi dan berada di posisi geostrategis sangat menguntungkan.


Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

4 hari lalu

Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit.


Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

4 hari lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor