Pandemi Corona, YLKI Minta Pemerintah Jaga Pasokan Elpiji 3 Kg

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menunjukkan  tabung gas Elpiji yang telah dioplos saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menunjukkan tabung gas Elpiji yang telah dioplos saat rilis kasus pengoplosan tabung gas Elpiji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, 22 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan pada masa pandemi virus Corona atau Covid-19 Pemerintah dan Pertamina harus bisa menjaga ketersediaan dari pasokan elpiji 3 kilogram bersubsidi.

    "Jangan sampai ada kantong-kantong yang bolong atau mengalami kelangkaan karena kalau kelangkaan pasti dampaknya ke kenaikan harga," kata Tulus saat diskusi virtual Jaring Pengaman Sosial Energi di Masa Pandemi Corona, Selasa 14 April 2020.

    Tulus menjelaskan, menjaga ketersediaan pasokan elpiji 3 kilogram ini sangat perlu diperhatikan, saat pandemi seperti. Karena energi adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

    Menurutnya, jika kelangkaan terjadi maka akan mempengaruhi harga eceran tertinggi (HET), dan ini pasti mempengaruhi daya beli masyarakat yang sedang tertekan karena terdampak pandami. Adapun HET elpiji 3 kilomgram subsidi  yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 27 ribu per tabung, sesuai dengan wilayah kabupaten kota.

    "Karena sering terjadi pelanggaran terhadap HET yang ditetapkan pemerintah pusat atau daerah. Jadi saya kira HET harus dijaga, jangan sampai terjadi kelngkaan dan HET naik tak terkendali," ucapnya.

    Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat, menambah pasokan elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Jabodetabek alias Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Raya, dan Bekasi. Besar tambahan pasokan pada April 2020 ini hampir mencapai 50 persen atau totalnya sekitar 1,74 juta tabung elpiji.

    “Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan elpiji karena sebagian besar masyarakat kini berada di rumah sehingga aktivitas memasak juga bertambah. Melihat situasi tersebut, kami melakukan penambahan pasokan LPG subsidi untuk mempermudah masyarakat,” jelas Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Dewi Sri Utami dalam keterangan tertulis, Sabtu 4 April 2020.

    Selain suplai regular tersebut, pasokan tambahan lebih dari 1,8 juta tabung elpiji subsidi ini disuplai secara bertahap pada bulan April 2020. Di wilayah Jabodetabek, pada kondisi normal, rata-rata penyaluran elpiji 3 kilogram mencapai 1,2 juta tabung per hari.

    Dewi menjelaskan, di Jakarta, total penambahan mencapai 150 ribu tabung elpiji 3 kilogram. Sementara di Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang akan ditambah hingga 490 ribu tabung elpiji 3 kilogram. Sedangkan, Bogor, Depok, dan Bekasi (kota dan kabupaten) masing-masing ditambah sebanyak 67 ribu, 31 ribu, dan 1 juta tabung gas melon.

    EKO WAHYUDI l CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.