Meski Kredit Melambat, Perbankan Pasang Target Dua Digit di 2020

Petugas tengah memindahkan uang rupiah ke dalam Cash Center Bank Mandiri, 2 Maret 2018. Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.765 per dolar AS pada pukul 10.20 WIb. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi penyaluran kredit secara bulanan oleh industri perbankan di Tanah Air pada akhir 2019 tercatat melambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengakui pertumbuhan kredit BNI 2019 memang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan yang terjadi pada industri perbankan.

Namun, pihaknya tetap optimistis pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun ini dapat menembus level dua digit. Pada 2020, BNI memproyeksi kredit bertumbuh 10 persen hingga 12 persen. 

“Untuk 2020, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,2 persen—5,5 persen serta komitmen pemerintah dalam pertumbuhan investasi, kredit tahun ini kami proyeksikan dapat tumbuh pada kisaran 10 persen—12 persen yoy,” katanya kepada Bisnis, Jumat 31 Januari 2020.

Berdasarkan catatan Bisnis, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga mengincar pertumbuhan kredit dua digit pada tahun depan.

Kendati ekonomi dalam negeri masih dibayangi perlambatan, Bank Mandiri berharap dapat menutup buku 2020 dengan kenaikan fungsi intermediasi sebesar 10 persen hingga 11 persen secara tahunan (yoy).

Statistik Bank Indonesia (BI) menunjukkan realisasi penyaluran kredit pada Desember 2019 senilai Rp5.633,4 triliun atau tumbuh 5,9 persen dibandingkan dengan Desember 2018 (year on year/yoy). Meskipun tetap ada kenaikan, persentase pertumbuhannya melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada November 2019 yang tercatat 7,0 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen nasabah, yakni korporasi dan perorangan. BI juga memerinci penyaluran kredit modal kerja (KMK) melambat dari 4,0 persen (yoy) pada November 2019 menjadi 2,2 persen (yoy) pada Desember 2019. Perlambatan tersebut terjadi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) serta sektor industri pengolahan.

Kredit Investasi (KI) juga tercatat melambat dari 13,7 persen (yoy) pada November 2019 menjadi 12,8 persen (yoy) pada Desember 2019. Perlambatan sektor ini terutama datang dari industri pengolahan dan industri pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

KI sektor industri pengolahan melambat menjadi 4,4 persen (yoy) pada Desember 2019 dari sebelumnya 5,8 persen (yoy). Perlambatan terutama terjadi pada kredit yang disalurkan untuk subsektor industri gula dan pengolahan gula di Lampung dan Jawa Timur.

KI di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan juga mengalami perlambatan dari 7,8 persen (yoy) menjadi 7,3 persen (yoy) per Desember 2019, khususnya pada subsektor jasa pertanian, perkebunan, dan peternakan di wilayah Sumatra Selatan dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada Desember 2019 tercatat sebesar 5,9 persen (yoy) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 6,2 persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh perlambatan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).






OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

2 hari lalu

OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

OJK berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah melalui pemberian sejumlah insentif.


Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

4 hari lalu

Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

Telkomsel PayLater kini tersedia di aplikasi MyTelkomsel yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.


OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

4 hari lalu

OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 31 Maret 2024.


Bank Mega Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Persyaratannya

6 hari lalu

Bank Mega Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Simak Persyaratannya

Bank Mega membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi bagi lulusan D3 dan S1. Apa saja persyaratannya?


Era Digital, Perbankan Hadapi Peluang Metaverse hingga Integrasi Data

7 hari lalu

Era Digital, Perbankan Hadapi Peluang Metaverse hingga Integrasi Data

Bank Mandiri, misalnya, mencoba mengeksplorasi potensi layanan perbankan di metaverse untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.


Mandiri, BNI, dan BRI Prediksi Perbankan Bakal Menjadi Bagian dari Metaverse

8 hari lalu

Mandiri, BNI, dan BRI Prediksi Perbankan Bakal Menjadi Bagian dari Metaverse

Konsep teknologi metaverse atau dunia virtual reality sudah hadir di beberapa industri, di antaranya game dan perfilman.


Kredit Mikro BRI Bertumbuh 14,12 Persen

8 hari lalu

Kredit Mikro BRI Bertumbuh 14,12 Persen

Pertumbuhan kredit ditunjang masifnya strategi ekspansi, digitalisasi, dan pelibatan Holding Ultra Mikro.


Gempa Cianjur, OJK Sebut Debitur Bisa Mendapat Keringanan Kredit

9 hari lalu

Gempa Cianjur, OJK Sebut Debitur Bisa Mendapat Keringanan Kredit

OJK menyebutkan bahwa debitur terdampak gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, berpotensi mendapatkan keringanan kredit.


11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

9 hari lalu

11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah 11 tahun. Dibentuk menggantikan Bapepam-LK, saat terjadinya konglomerasi sistem keuangan pada 2009.


Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

9 hari lalu

Bank Indonesia Catat Transaksi Bulanan Kartu Kredit Kisaran Rp 26 T hingga Rp 28 T Sejak 2018

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sepanajang Januari-September 2022 tembus 250,47 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp231,8 T.