Investasi Jepang Kalah dari Singapura dan Cina, Apa Sebab?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia usai konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi investasi Cina yang masuk ke Indonesia pada 2019 melesat dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, realisasi investasi Cina berhasil menyodok posisi Jepang yang semula di posisi dua, menjadi di posisi ketiga. Sementara posisi investasi asing terbesar tetap di tangan Singapura.

    Dari catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi dari Negeri Tirai Bambu yang tengah dirundung virus Corona itu naik dua kali lipat. Dari semula senilai US$ 2,4 miliar pada 2018, investasi Cina naik pesat menjadi US$ 4,7 miliar pada 2019.

    Posisi Jepang yang pada 2018 berada di urutan kedua dengan nilai investasi sebesar US$ 4,95 miliar pun turun di posisi ketiga. Sebab, investasi Jepang pada 2019 juga melorot menjadi US$4,31 miliar saja.

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan, realisasi Cina meningkat tajam karena negara tersebut sangat agresif. Padahal, investasi yang ditawarkan ke Cina sama dengan seperti yang ditawarkan kepada negara lain. "Cina lebih agresif, buktinya hampir 100 persen pertumbuhannya," ujar Bahlil di kantornya, Rabu 29 Januari 2020.

    Selain itu, Cina juga lebih berani masuk ke sektor padat modal, seperti infrastruktur dan manufaktur.  Menurut Bahlil, kajian kelayakan (feasibility study) China lebih cepat dibandingkan Jepang.

    "Cina ini, antara feasibility study dan intuisinya berimbang. Kalau Jepang terlalu banyak feasibility study-nya, kajiannya bisa tiga sampai empat tahun," ungkap Bahlil.

    Bahlil menilai karakter ini merupakan preferensi masing-masing negara. Meskipun kajian lambat, Jepang juga sangat berkomitmen dalam merealisasikan investasinya di Indonesia. "Jepang setelah feasibility study pasti jalan."

    BISNIS | HENDARTYO HANGGI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.