Bos Garuda Dipecat, Sandiaga Uno: Tak Ada yang Above The Law

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambangi rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambangi rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengapresiasi langkah pencopotan bos dan jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. oleh Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini. Ia menilai langkah itu menunjukkan supremasi hukum diberlakukan terhadap siapa pun tanpa pandang bulu.

    "Langkah pak Erick tepat dan mengirimkan pesan yang jelas. Bahwa siapapun itu yang melakukan (menyalahgunakan kekuasaan), tidak ada yang above the law," ujar Sandiaga, di Hotel Crowne Jakarta, Ahad, 8 Desember 2019.

    Lebih jauh Sandiaga mengaku prihatin mendengar kabar sejumlah petinggi direksi Garuda Indonesia menyalahgunakan kekuasaan tersebut. "Dan ini membuat miris hati kita bahwa penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum dilakukan oleh petinggi-petinggi yang mestinya jadi role model," ucapnya.

    Meski begitu, Sandiaga menilai pembenahan perusahaan pelat merah itu tak cukup berhenti dengan mencopot direksi yang bermasalah. Ia menyarankan perbaikan juga sampai tingkat bawah juga melalui sistem sesuai dengan Undang-Undang BUMN dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

    "Saya melihat BUMN ini tata kelola perusahaannya, good corporate governance-nya perlu terus diperbaiki ke depan karena mereka adalah milik negara dan milik rakyat, sehingga mereka harus bertanggung jawab juga kepada rakyat," kata Sandiaga.

    Ari Ashkara sebelumnya dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir lantaran ketahuan membawa barang gelap di penerbangan pesawat anyar rute Prancis-Jakarta, 17 November lalu. Barang itu berupa satu unit Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Ari resmi diberhentikan pada Kamis, 5 Desember 2019.

    Dua hari kemudian Erick Thohir memastikan bakal ada empat direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. lagi yang diberhentikan terkait kasus yang sama. "Sesuai laporan komisaris, nanti ada direksi lain yg akan dinonaktifkan. Ini bisa bongkar total jadinya. Ada empat tambahan baru yang akan dinonaktifkan," kata Erick Thohir kepada Tempo di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

    Seperti diberitakan, Harley Davidson itu diselundupkan di lambung pesawat Airbus A330-900 Neo Garuda Indonesia yang baru saja dikirim dari Toulouse Prancis pada 17 November 2019. Dalam manifest penerbangan perdana pesawat anyar itu, terdapat empat nama direksi Garuda yang ikut dalam penerbangan tersebut.

    Keempat direksi yang ikut dalam penerbangan itu adalah Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto, Direktur Capital Human Garuda Indonesia Heri Akhyar, dan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal.

    ANTARA | HENDARTYO HANGGI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...