Grab Sediakan 20 Armada di Bandara Kertajati

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang sopir taksi Grab Car menceritakan pengalamannya saat menerima penumpang asal Bangladesh. Sumber: The Straits Times

    Seorang sopir taksi Grab Car menceritakan pengalamannya saat menerima penumpang asal Bangladesh. Sumber: The Straits Times

    TEMPO.CO, Majalengka - Perusahaan penyedia jasa transportasi online, Grab Indonesia, resmi mengoperasikan sebanyak 20 unit armada mereka di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Pengoperasian 20 unit armada Grab Indonesia ini beroperasi setelah ada kerjasama dengan PT BIJB sebagai pemilik dan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara.

    Baca: Aturan Denda Grab, Begini Komentar Sejumlah Penumpang

    Pengoperasian Grab ini dilakukan seiring dengan pembukaan 12 rute penerbangan secara besar-besaran di bandara ini. “Ya prinsipnya, bagaimana melayani penumpang dulu, agar dapat akses pelayanan yang terbaik dulu,” kata  Direktur PT BIJB Muhamad Singgih saat ditemui di Bandara Kertajati, Senin, 1 Juli 2019.

    Sebagai bentuk kontrak kerja sama, Grab Indonesia bakal membangun taman di depan halaman Bandara Kertajati. Sebaliknya, sekitar 20 unit mobil Grab yang sudah terdaftar diizinkan untuk bisa melayani penumpang dari dan ke Bandara Kertajati. “Disesuaikan dengan kebutuhan penumpang, seiring waktu bisa nambah,” kata Singgih.

    Akan tetapi sejauh ini, Singgih menuturkan belum ada kebijakan pemasangan stiker pada mobil khusus Grab Indonesia. Namun Ia memastikan, sistem saat ini hanya tersedia bagi 20 pengemudi saja. Sehingga, 20 pengemudi itu saja yang bakal bisa menerima pesanan Grab dari Bandara Kertajati.

    Dari pantauan Tempo, papan berlogo Grab tampak terpampang persis di depan pintu kedatangan penumpang. Dalam aplikasi Grab, ternyata sudah terpampang titik penjemputan berupa GrabCar Airport KJT. Namun saat Tempo mencoba memesan Grab sekitar pukul 11.44 WIB, belum ada pengemudi yang bisa menerima pemesanan. “Pengemudi kami sedang sibuk-sibuknya,” tulis informasi dalam aplikasi Grab.

    Sebelumnya, Grab juga telah beroperasi di sejumlah bandara di daerah lain. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Di sini, pengelola menyediakan satu titik penjemputan bagi para pengemudi Grab. Sementara di Bandara Halim Perdanakusuma, Grab beroperasi secara terbatas dan hanya pengemudi Grab terdaftar yang bisa langsung masuk menjemput penumpang ke dalam bandara.

    Baca: Ini Daftar Moda Transportasi yang Tersedia di Bandara Kertajati

    Tempo mencoba mengkonfirmasi pengoperasian 20 armada ini. Namun, Public Relations Grab Indonesia, Andre Sebastian, belum bisa memberikan banyak jawaban. “Saya coba cek dulu ya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.