YLKI Menilai Aturan Denda Grab Adil

Reporter

Editor

Rahma Tri

Angkasa Pura II meluncurkan skuter listrik GrabWheels di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Jumat 31 Mei 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Grab Indonesia mulai memberlakukan denda kepada penumpang yang membatalkan pesanan armadanya mulai Senin, 17 Juni 2019. Namun, kebijakan itu diujicobakan lebih dulu selama sebulan ke depan di Kota Lampung dan Palembang.

Baca juga: Nilai Denda Bagi Penumpang yang Batalkan Grab di 2 Kota Ini

Menanggapi kebijakan baru ini, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno menilai peraturan Grab yang memberikan denda kepada konsumen maupun mitra pengemudi yang membatalkan pesanan sepihak adalah adil. "Kebijakan ini fair jika tujuannya untuk memberikan kepastian bagi kedua belah pihak," kata Agus melalui pesan singkat kepada Tempo, Selasa, 18 Juni 2019.

Agus menambahkan, aturan ini akan menjadi adil dengan catatan bahwa uang denda tersebut harus dilimpahkan kepada pihak yang dirugikan.  Harapannya, tidak ada lagi mitra pengemudi yang membatalkan pesanan karena alasan jauh atau macet di jalanan dan tidak ada lagi order fiktif dan pembatalan yang dilakukan oleh konsumen dengan semena-mena.

Dia mengungkapkan, peraturan seperti ini bukan hal yang baru dalam mode transportasi online di Indonesia. Sebelumnya, sudah ada UBER pernah menerapkan hal serupa, yakni dengan memberikan denda kepada dua belah pihak.

Agus menuturkan, peraturan ini akan efektif bila dibarengi dengan kebijakan lain yang saling mendukung. Seperti, proses seleksi dari mitra pengemudi itu sendiri. Dia menambahkan, ukuran idealnya bukan banyak mitra yang diseleksi. "Misalnya, sistem rekruitmen mitra driver, yang dilakukan oleh aplikator," ujar dia.

Baca: Diskon Ojek Online Dilarang, Menhub: Agar Tak Saling Perang Tarif

Setelah ada peraturan baru Grab ini, Agus mengatakan, perlu ada wadah bagi konsumen untuk menyampaikan keluhannya terhadap mitra pengemudi yang tidak baik. Misalnya, pengguna yang membatalkan orderan dengan alasan keselamatan. Penumpang mempunyai alasan untuk membatalkan, misalnya identitas di aplikasi yang tidak sama dengan realita di lapangan, atau jenis dan nomer kendaraan yang datang tidak sama seperti yang tertera dan sebagainya.

 

EKO WAHYUDI






Terkini Bisnis: Sorotan YLKI soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Lonjakan Inflasi September

21 jam lalu

Terkini Bisnis: Sorotan YLKI soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Lonjakan Inflasi September

Sorotan tentang tragedi Stadion Kanjuruhan meramaikan pemberitaan pada Ahad, 2 Oktober 2022.


YLKI Desak Tragedi di Stadion Kanjuruhan Diusut: Korban dan Ahli Waris Harus Dapat Kompensasi

23 jam lalu

YLKI Desak Tragedi di Stadion Kanjuruhan Diusut: Korban dan Ahli Waris Harus Dapat Kompensasi

YLKI mendesak manajemen penyelenggara untuk bertanggung jawab baik secara perdata maupun pidana menyusul tragegi di Stadion Kanjuruhan.


Dugaan Pelanggaran Aplikator Belum Ditanggapi Kemenhub, SPAI Surati Presiden Jokowi

1 hari lalu

Dugaan Pelanggaran Aplikator Belum Ditanggapi Kemenhub, SPAI Surati Presiden Jokowi

SPAI akan bersurat ke Presiden karena laporan dugaan pelanggaran aplikator.


YLKI Minta Tim Independen untuk Usut Tragedi Kanjuruhan Malang

1 hari lalu

YLKI Minta Tim Independen untuk Usut Tragedi Kanjuruhan Malang

YLKI menyatakan PSSI tak boleh dilibatkan dalam pengusutan Tragedi Kanjuruhan karena sebagai salah satu pihak yang harus bertanggungjawab.


Karena Masalah Hak Cipta, GoTo dan Nadiem Makarim Digugat Rp 41,9 T

1 hari lalu

Karena Masalah Hak Cipta, GoTo dan Nadiem Makarim Digugat Rp 41,9 T

Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem.


Dorong Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Minta Pemerintah Tak Gampang Dilobi Industri

3 hari lalu

Dorong Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Minta Pemerintah Tak Gampang Dilobi Industri

Untuk mengendalikan efek buruk dari MBDK, YLKI mengatakan perlu regulasi khusus dari pemerintah.


Driver Ojol Beberkan Besaran Potongan oleh Aplikator Hampir 40 Persen

4 hari lalu

Driver Ojol Beberkan Besaran Potongan oleh Aplikator Hampir 40 Persen

Salam setiap pemesanan atau order, aplikator memotong biaya kepada pengemudi ojol sekitar 20 hingga hampir 40 persen.


Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

6 hari lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

6 hari lalu

Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

Jika laporan soal keluhan para pengemudi ojol itu masuk, Kemenhub akan segera meneruskannya ke Kominfo.


Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

7 hari lalu

Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

Dia khawatir pemberian BLT UMKM ke driver ojek online itu dimanfaatkan oleh pihak aplikator untuk menekan biaya perusahaan dan kemudian lepas tangan.