Inflasi Juni 0,55 Persen, BPS: Dipicu Harga Emas dan Cabai

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan logam mulia ukuran 25 gram di Butik Emas, Jakatarta, 20 Maret 2018. Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang (Antam) hari ini naik sebesar Rp2.000 per gram. Tercatat harga emas Antam 1 gram dijual Rp650 ribu per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat laju inflasi sepanjang Juni 2019 sebesar 0,55 persen. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, inflasi tersebut lebih rendah dibanding bulan sebelumnya atau Mei, yang sebesar 0,68 persen.

    Baca juga: Inflasi Mei 0,68 Persen, BPS: Berbarengan dengan Momen Ramadan

     "Penyebab utama karena kenaikan harga emas perhiasan, cabai merah dan beberapa sayuran," kata Kepala Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

    Sebaliknya kata dia, deflasi terjadi karena harga turun terjadi pada bawang putih, turunnya harga tiket pesawat, dan daging ayam ras. "Kami berharap inflasi akan terus terkendali," ujar Suhariyanto.

    Dengan demikian, BPS mencatat, laju inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2019 (year to date) mencapai 2,05 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,28 persen.

    Catatan laju inflasi Juni oleh BPS ini lebih tinggi dari catatan Bank Indonesia. Sebelumnya, BI mencatat inflasi pada bulan Juni tembus 0,45 persen secara month to month atau secara bulanan. Adapun secara tahunan atau year on year BI mencatat inflasi pada bulan Juni mencapai 3,21 persen.

    BACA: Bappenas: Pembangunan Ibu Kota Baru Dongkrak Inflasi 0,2 Persen

    "Jadi dari survei pemantauan harga pada minggu terakhir Juni, inflasi di 0,45 persen itu month to month sedangkan 3,21 persen year on year," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo kepada awak media usai mengikuti salat Jumat di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 28 Juni 2019.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari komponen inflasi pada Juni 2019, penyebab utama kenaikan harga adalah kelompok harga barang-barang bergejolak atau volatile foods, seperti bahan pangan dan makanan. Menurut dia volatile food terjadi inflasi 1,70 persen atau memiliki andil terhadap inflasi Juni sebesar 0,35 persen.

    Adapun harga bahan makanan naik 1,63 persen atau memiliki andil 0,38 persen terhadap inflasi Juni. Laju inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2019 pada bahan makanan mencapai 4,97 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun pada bahan makanan sebesar 4,91persen.

    Sementara itu, komponen tarif barang yang diatur pemerintah atau administered process menyumbang andil -0,02 persen dengan tingkat inflasi 0,09 persen.

    Dari administered prices, tarif transportasi memang menjadi salah satu penyebab inflasi. Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,14 persen dan memiliki andil terhadap inflasi Juni sebesar -0,03 persen.

    BACA: Harga Anjlok, Peternak Obral Ayam di Pinggir Jalan

    Untuk komponen inflasi inti atau core inflation, kata Suhariyanto, menyumbang andil 0,22 persen terhadap inflasi nasional dengan tingkat inflasi 0,38 persen di Juni 2019. "Secara tahunan, inflasi inti ini 3,25 persen," ujar Suhariyanto.

    HENDARTYO HANGGI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.