Lowongan Terbuka, Jepang Butuh 350 Ribu Tenaga Kerja

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kerja Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Pekerja Asing Jepang

    Tenaga Kerja Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Pekerja Asing Jepang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakiri mengatakan dalam waktu lima tahun ke depan, Jepang membutuhkan 350 ribu pekerja dari 14 sektor. Karena populasi di sana sangat minim, maka Jepang pun semakin membuka diri untuk penempatan tenaga kerja asing.

    Baca: Pengusaha Minta Jokowi Revisi UU Ketenagakerjaan, Ini Sebabnya

    "Penandatanganan kerja sama ini untuk penempatan tenaga kerja skilled. Lima tahun mendatang Jepang membutuhkan sekitar 350 ribuan tenaga kerja skilled di 14 sektor. Itu kita akan berpartisipasi melalui kerja sama ini agar dimanfaatkan warga kita, untuk bisa mendapatkan pengalaman kerja di Jepang," kata Hanif di kantor Kementerian Tenaga Kerja, Selasa 25 Juni 2019.

    Menurut Hanif, selama ini Jepang relatif tertutup untuk tenaga kerja asing. Namun, sekarang karena masalah populasi di sana, mereka pun membuka diri untuk penempatan pekerja migran.

    Hanif mengatakan, secara prinsip Jepang saat ini mengalami aging population atau penuaan populasi. Sebaliknya di sisi lain, Indonesia mengalami bonus demografi. Jadi kerjas ama ini sangat menguntungkan kedua negara dan memberi manfaat kedua belah pihak.

    "Nanti lima tahun ke depan mudah-mudahan kita bisa mengambil setidaknya 20 persen kebutuhan tenaga kerja mereka," ujar Hanif.

    Untuk mencapai target penempatan 70 ribu tenaga kerja ke Jepang , Hanif mengajak keterlibatan pihak swasta dalam hal penyiapan tenaga kerja Indonesia. Program-program pelatihan, baik pelatihan keterampilan kerja maupun pelatihan Bahasa Jepang, yang ditujukan khusus bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan bekerja ke Jepang sebagai pekerja dengan skill khusus perlu ditingkatkan.

    Baca: Di Depan Apindo, Jokowi Singgung Defisit Transaksi Berjalan

    Dikutip dari data Kementerian Ketenagakerjaan, ini jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan Pemerintah Jepang per sektor bidang pekerjaan dengan skill khusus yaitu :

    1. Careworker dibutuhkan 60 ribu orang 
    2. Building Cleaning Management, 37 ribu orang
    3. Machine Parts & Tooling Industries; 21.500 orang
    4. Industrial Machinery Industry, 5.250 orang
    5. Electric, Electronics, and Information Industries, 4.700 orang
    6. Construction Industries, 40 ribu orang
    7.  Shipbuilding and Ship Machinery Industry; 13 ribu orang
    8.  Automobile Repair and Maintenance; 7 ribu orang
    9. Aviation Industries, 2.200 orang
    10. Accomodation Industies ; 22 ribu
    11. Agriculture; 36.500 orang
    12. Fishery and Aquaculture, 9 ribu orang
    13.Manufacture of Food and Beverages; 34 ribu orang 
    14. Food Service Industries. 53 ribu orang

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.