Kaji Pesawat Nirawak, Indonesia Gandeng Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat intai nirawak produksi Singapura, Skyblade IV. ainonline.com

    Pesawat intai nirawak produksi Singapura, Skyblade IV. ainonline.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, saat ini teknologi berkembang sangat cepat, salah satunya penggunaan pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV). Penerbangan tanpa awak dinilai menawarkan berbagai kemampuan dan kecanggihan, sehingga industri tersebut memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

    BACA JUGA: Pemerintah Turunkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat 12 - 16 Persen

    Kementerian Perhubungan membuka pertemuan kelompok kerja Indonesia–Amerika Serikat untuk mendiskusikan kerja sama penerbangan sipil antara kedua negara. Adapun, kerja sama tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program US–Indonesia Aviation Working Group.

    “Ini merupakan tantangan bagi regulator, dan membutuhkan waktu khusus untuk mengatur manajemen lalu lintas udara. Tantangan umum terletak pada mengintegrasikan pesawat berawak dan tak berawak dengan aman dan efisien, terutama dalam penggunaaan wilayah udara yang sama,” kata Polana dalam siaran pers, Rabu 15 Mei 2019.

    Dia berharap, pertemuan tersebut mampu memberikan sejumlah solusi dari tantangan yang dihadapi industri penerbangan saat ini, khususnya peraturan kedua negara mengenai UAV. Hal yang dibicarakan adalah perkembangan teknologi UAV dan berbagi pengalaman antar regulator dalam menangani operasinya.

    Selain itu, kata Polana, dibahas juga risiko dan pengawasan terhadap UAV. Terlebih, pengoperasian UAV diprediksi bisa memberikan sejumlah manfaat untuk berbagai sektor.

    "Oleh karena itu, kami perlu mendukung pengoperasian UAV yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi harus sesuai dengan aturan tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan,” ujar dia.

    BACA: Menhub Blak-blakan Soal Alasan Tak Mungkin Hapus Tarif Batas Tiket Pesawat

    Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengatakan, working group yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara khususnya di bidang penerbangan.

    Pihaknya menilai UAV sangat efisien dan efektif untuk menjangkau daerah atau kawasan-kawasan terpencil yang memang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Namun, perkembangan industri ini tak terlepas dari regulasi dan strategi yang diterapkan oleh pemangku kebijakan yang mendukung pengembangan teknologi ini.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.