Wijaya Karya Bagikan Laba Perusahaan Rp 346 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT WIjaya Karya membangun jalan di antara rerumputan trotoar halte di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/Lani Diana

    PT WIjaya Karya membangun jalan di antara rerumputan trotoar halte di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) membagikan laba sebesar 20 persen atau Rp 346,05, miliar kepada pemilik entitas induk. Dividen ini diumumkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPST 2018 yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

    Baca juga: Wijaya Karya Kaji Rencana Pembangunan 2.000 Rumah Rakyat Namibia

    “Nilai dividen itu setara dengan Rp 38,604 per lembar saham,” ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana, seperti dikutip dalam keterangan tertulis pada Senin, 30 April 2019.

    Selain mengumumkan dividen, RUPST perusahaan konstruksi pelat merah tersebut juga merombak jajaran komisaris dan direksinya. Saat ini, kursi direktur utama dijabat oleh Tumiyana. Sedangkan Direktur Human Capital dan Pengembangan ialah Novel Arsyad, Direktur Quality, Safety, Health, and Environment diduduki Danu Prijambodo, dan Direktur Keuangan dijabat Ade Wahyu. Kemudian, Direktur Operasi I hingga III berturut-turut dijabat oleh Agung Budi Waskito, Bambang Pramujo, dan Destiawan Soewardjono.

    Sementara itu, Komisaris Utama WIKA dijabat oleh Imam Santoso. Tiga kursi dewan komisaris diduduki oleh Edy Sudarmanto, Freddy R. Saragih, dan Satya Bhakti Parikesit. Sedangkan komisaris independen dijabat oleh Illiana Arifiandi, Achmad Hidayat, dan Suryo Hapsoro Tri Utomo.

    RUPST tak hanya mengumumkan perombakanan pemimpin di elite perseroan. Namun juga menetapkan aba bersih tahun buku 2018. Selanjutnya, WIKA menunjuk kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan pada 2019 dan laporan keuangan pelaksanaan program kemitraan dan bina lingkungan perseroan 2019.

    Dalam agenda yang sama, WIKA menganggarkan sejumlah pos pengeluaran untuk honorarium, gaji tunjangan, dan fasilitas untuk direksi dan komisaris. Rancangan itu disusun melalui perubahan anggaran dasar perseroan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.