Jumat, 16 November 2018

Wijaya Karya Kaji Rencana Pembangunan 2.000 Rumah Rakyat Namibia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Namibia Y.M. Dr. Hage Gottfried Geingob berpose bersama Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie di Ruang Utama Gedung Merdeka pada Jumat, 31 Agustus 2018. (Dok. Museum KAA)

    Presiden Namibia Y.M. Dr. Hage Gottfried Geingob berpose bersama Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie di Ruang Utama Gedung Merdeka pada Jumat, 31 Agustus 2018. (Dok. Museum KAA)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk tengah membicarakan terkait pembangunan social housing dengan pemerintah Namibia. Sekretaris Perusahaan WIKA Puspita Anggraeni mengatakan saat ini keduanya tengah mendiskusikan model social housing yang akan menjadi kebutuhan masyarakat Namibia.

    Baca: Menteri PUPR Puji Wijaya Karya Sebagai BUMN Paling Ekspansif

    Puspita menjelaskan, untuk mengerjakannya akan ditindaklanjuti dengan beberapa tahapan proses dalam jangka waktu sekitar 6 bulan -9 bulan. "Masih menjadi kajian, termasuk harga juga masih menjadi evaluasi, tim WIKA akan melakukan survei dan kajian komprehensif terkait harga tersebut. Sehingga terkait bagaimana desain, waktu pelaksanaan, dan harga akan diketahui setelah proses selesai," katanya, Ahad, 2 September 2018.

    Sesuai dengan pembicaraan antara pemerintah RI dan Namibia, menurut Puspita, maka perusahaan akan membangun sekitar 2.000 unit rumah. Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa jumlah itu akan berkembang sesuai kebutuhan negara Namibia dan peluang bukan hanya dari tapi juga proyek-proyek lain.

    Puspita menyatakan WIKA lebih berfokus dan memprioritaskan menggarap proyek pemerintah setempat supaya tingkat risiko lebih terkontrol. Selain tentunya karena didorong oleh Kementerian Luar Negeri,  Kementerian PUPR, BUMN, Kementerian Keuangan dan Kementerian lainnya terkait. Dalam menggarap proyek di luar negeri, maka perusahaan akan melibatkan  salah satu divisi usahanya, yakni Departemen Luar Negeri sebagai pelaksanaan.

    Terkait untuk pendanaan, kata Puspita, WIKA masih memiliki berbagai pola dan dalam tahap pembicaraan. Misalnya saja bisa dengan pembiayaan Indonesian Exim Bank saja, atau gabungan dengan pemerintah Namibia juga dimungkinkan. "Periode pelaksanaan juga masih dalam pembicaraan, pada Agustus 2019 ada agenda dialog Infrastruktur Indonesia Afrika di Bali, direncanakan sebagai milestone untuk kesepakatan kedua belah pihak," ucap Puspita.

    WIKA sebelumnya juga sudah membangun 5.000 unit social housing di Aljazair dan juga  merenovasi di Istana Alzazair. Dengan demikian, Puspita menambahkan ke depannya WIKA juga akan terlibat dengan berbagai proyek perumahan di Indonesia, sesuai dengan program yg direncanakan oleh pemerintah RI.

    Sebelumnya, akhir pekan lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob di Istana Kepresidenan, Bogor. Usai pertemuan, keduanya menggelar konferensi pers.

    Baca: Wijaya Karya Garap Proyek Renovasi Istana Presiden Niger Rp 332 M

    Jokowi mengatakan dirinya membahas kerja sama bilateral kedua negara, salah satunya investasi. PT Wijaya Karya (Persero) akan menggarap pembangunan rumah sewa pemerintah sebanyak 2.000 unit. "Bahkan (diharap) dalam unit yang lebih besar lagi," kata Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.