Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung 2021

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk. akan mempercepat pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,30 kilometer agar selesai akhir tahun ini. Percepatan itu dilakukan guna mengejar penyelesaian megaproyek tersebut dari pada akhir 2021 dari target awal medio 2022.

    Baca juga: Jika Lahan Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai 3 Tahun

    Direktur Operasi I PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) Agung Budi Waskito mengatakan saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 86 persen dan diharapkan dapat selesai seluruhnya sampai akhir tahun ini. Beberapa wilayah yang belum dibebaskan lahannya merupakan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

    “Yang belum itu di daerah Karawang dan Walini, total yang belum bebas sudah 14 persen mudah-mudahan bisa tahun ini selesai,” kata Agung, Selasa, 11 Desember 2018.

    Kendati pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai, menurut Agung, pekerjaan struktur dan fisik proyek dilakukan secara masif.

    Dia mengakui bahwa realisasi konstruksi masih rendah yakni 3,62 persen dari target 6,23 persen per November karena sebelumnya terhalang pembebasan lahan.

    Saat ini, tuturnya, pengerjaan konstruksi mulai masif dilakukan di wilayah yang sudah bebas sembari menunggu pembebasan lahan yang belum rampung. Beberapa pengerjaan yang sudah dilakukan, misalnya, untuk pembangunan terowongan.

    “Sebelumnya kami ingin start bulan Agustus, tetapi baru mulai September. Oktober—November persiapan dan memulai fisik, Desember gencar konstruksi kami lakukan di semua lokasi,” papar Agung.

    Dia menjelaskan bahwa kendati sempat meleset dari target, lini masa pengerjaan saat ini masih sesuai dengan target.

    Pengerjaan proyek seharusnya selesai pada pertengahan 2022, tetapi WIKA berupaya mempercepat penyelesaian sampai akhir 2021.

    PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan investor dalam proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung. Sebanyak 60 persen kepemilikan saham perusahaan dimiliki oleh konsorsium lokal melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium Cina, yakni Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

    Dari kepemilikan konsorsium lokal tersebut, WIKA menguasai saham terbesar yakni 38 persen, diikuti oleh PT Kereta Api Indonesia sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25 persen, dan PT Jasa Marga Tbk. sebesar 12 persen.

    Nilai investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut sekitar Rp 80 triliun dengan pemenuhan pembiayaan sebanyak 75 persen atau Rp 60 triliun dipenuhi dari utang melalui China Development Bank. Sebanyak 25 persen sisanya yakni Rp20 triliun dipenuhi dari ekuitas KCIC.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.