Enam Jalan Tol Waskita Karya Akan Dijual Usai Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang disebut juga Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang disebut juga Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO,  Bekasi- PT Waskita Karya (Persero) berencana untuk menjual enam ruas jalan tol setelah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, sebanyak total 18 ruas tol yang dimiliki Waskita Karya akan dijual seluruhnya secara bertahap.

    BACA: Tarif 6 Ruas Tol Trans Jawa Ditetapkan, Ada Diskon Jarak Jauh

    Ruas tol tersebut di antaranya tol Trans-Jawa yang sudah selesai. Enam ruas tol yang akan dijual pascapilpres untuk memberikan kejelasan kepada investor yang berminat dari 18 tol yang dimiliki.

    "Saat ini Waskita Karya berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk menawarkan kepada para investor yang berminat membeli enam ruas tol tersebut," kata Putra seperti yang dikutip dari Antara, Jumat 25 Januari 2019. Putra menuturkan posisi perusahaan yang dipimpinnya adalah sebagai developer atau pengembang, bukan operator yang mengelola tol

    Berikut total 18 ruas tol yang akan dijual Waskita Karya: 
    1. Tol Pejagan-Pemalang (Trans-Jawa) 
    2. Tol Pemalang-Batang (Trans-Jawa) 
    3. Tol Batang-Semarang (Trans-Jawa) 
    4. Tol Solo-Ngawi (Trans-Jawa) 
    5. Tol Ngawi-Kertosono (Trans-Jawa) 
    6. Tol Pasuruan-Probolinggo (Trans-Jawa) 
    7. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Trans-Sumatera) 
    8. Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Trans-Sumatera) 
    9. Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Trans-Sumatera) 
    10. Tol Serpong-Cinere (Tol Non Trans-Jawa) 
    11. Tol Cinere-Jagorawi (Tol Non Trans Jawa) 
    12. Tol Cimanggis-Cibitung (Tol Non Trans-Jawa) 
    13. Tol Cibitung-Cilincing (Tol Non Trans-Jawa) 
    14. Tol Depok-Antasari (Tol Non Trans-Jawa) 
    15. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Non Trans-Jawa) 
    16. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Non Trans-Jawa) 
    17. Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Tol Non Trans-Jawa) 
    18. Tol Cisumdawu.(Tol Non Trans-Jawa).

    Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan bisa merampungkan tiga proyek utama pembangunan jalan tol pada 2019 yakni jalan tol Trans-Sumatera, Jakarta-Cikampek II Elevated, dan ruas Pasuruan-Probolinggo.

    "Yang jadi target nasional dari Terbanggi Besar sampai ke Palembang. Persisnya sampai di Kayu Agung sepanjang 185 km. Pemerintah meminta tol itu bisa dipakai masyarakat saat Lebaran," kata Putra. Ia menuturkan proyek tol Trans-Sumatera itu merupakan bagian dari proyek ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dimiliki oleh PT Hutama Karya (Persero).

    Meski ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri pada Juni mendatang, ia mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi jika target penyelesaian meleset. "Kalau pun tidak bisa selesai 100 persen, kami akan coba seperti di Jawa kemarin, yaitu memberlakukan jalan tol fungsional," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.