IHSG Hari Ini Diprediksi Bertahan Menguat di Zona Hijau

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dalam perdagangan hari ini diprediksi masih bertahan menguat di zona hijau. Analis dari Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyebutkan hal tersebut terlihat adanya pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

    Baca: Sentimen Global Tak Mendukung, IHSG Berpeluang Terkoreksi

    Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 6.144,159 hingga 6.085,374. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.105,865 hingga 6.161,961.

    Berdasarkan indikator, kata Nafan, MACD berada di area positif. Namun demikian, Stochastic sudah membentuk pola dead cross di area overbought.

    Mulai memasuki pertengahan bulan pada penghujung tahun 2018, IHSG disebut semakin menunjukkan aksi yang beringas untuk terus melaju naik di tengah masih bergejolaknya harga komoditas. Nafan mengatakan namun capital inflow yang berpeluang akan kembali terjadi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal masih terus meningkat.

    Baca: IHSG Menguat 1,93 Persen Seiring Aksi Beli Asing

    Selain itu, menurut Nafan, menjelang rilis data perekonomian tentang penjualan ritel yang diperkirakan akan terdapat peningkatan dapat turut mendorong pergerakan IHSG hari ini. "Selain daripada itu rilis data perekonomian cadangan devisa yang telah menunjukkan peningkatan turut memberi sentimen positif terhadap pola gerak IHSG, peluang menguat masih akan terlihat sepanjang perdagangan hari ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.