Rabu, 21 November 2018

Hari Ini IHSG Ditutup Menguat Setelah Rilis Pertumbuhan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Senin, 5 November 2018, seiring pandangan positif investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Baca juga: Hari Ini IHSG Ditutup Menguat Tipis Meski Minim Sentimen Positif

    IHSG BEI ditutup menguat sebesar 14,30 poin atau 0,24 persen menjadi 5.920,59, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,11 poin atau 0,33 persen menjadi 944,70.

    Pengamat pasar modal Aria Santoso mengatakan pergerakan IHSG terbantu pandangan investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup baik di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

    "Di tengah situasi global yang sentimennya cenderung negatif, ekonomi kita masih cukup solid," ujarnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS), pada Senin mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17 persen secara tahunan (year-on-year).

    Ia menambahkan bahwa fundamen ekonomi Indonesia ke depannya juga cukup positif, hal itu tercermin dari apresiasi rupiah yang bergerak di bawah Rp 15 ribu per dolar AS.

    Ia menambahkan, penguatan IHSG juga didorong oleh ekspektasi sebagian investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (the Fed) kemungkinan tidak menaikkan suku bunganya pada akhir tahun ini.

    "Tahun ini sudah cukup agresif menaikkan suku bunganya, kemungkinan mereka akan menahan kenaikannya pada akhir tahun ini agar stabilitas ekonominya terjaga, dan akan kembali menaikkan suku bunganya pada 2019," katanya.

    Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini sebanyak 378.962 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,84 miliar lembar saham senilai Rp6,70 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 213 saham menurun, dan 118 saham tidak bergerak nilainya.

    Selain IHSG, bursa regional, di antaranya indeks nikkei melemah 344,67 poin (1,55 persen) ke 21.898,99, indeks Hang Seng melemah 551,95 poin (2,08 persen) ke 25.934,39, dan indeks Strait Times melemah 55,77 poin (1,79 persen) ke posisi 3.060,62.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.