Sentimen Global Tak Mendukung, IHSG Berpeluang Terkoreksi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang terkoreksi pada hari ini, Rabu, 5 Desember 2018. Analis CSA Research, Reza Priyambada mengatakan peluang terkoreksi terjadi di tengah menguatnya indeks saham Dow Jones dan melemahnya indeks saham global di Asia.

    BACA: Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Seiring Meredanya Perang Dagang

    "Jika kondisi bursa saham global tidak memberikan dukungan positif maka IHSG pun berpeluang terkoreksi hari ini," kata Reza dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Pada perdagangan Selasa, 4 Desember 2018, pergerakan positif dari sejumlah bursa saham global sebelumnya mampu memberikan dampak positif pada IHSG. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan para pelaku pasar untuk tetap bertahan melakukan aksi beli.

    Tercatat, pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Desember 2018, investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih hingga Rp 1,65 triliun. Saat ditutup, IHSG berada di level 6152,860 dengan kenaikan mencapai 0,56 persen dibandingkan hari sebelumnya.

    BACA: IHSG Menguat 1,93 Persen Seiring Aksi Beli Asing

    Reza memperkirakan, IHSG dapat bertahan di atas support level 6125-6138. Sedangkan, level resisten diharapkan dapat menyentuh pada kisaran 6172-6183.

    "Meski terjadi kenaikan namun belum mampu melampaui pencapaian high level pada perdagangan sebelumnya," kata dia.

    Reza berharap, aksi jual pada perdagangan hari ini tidak berlebihan sehingga IHSG dapat kembali melanjutkan kenaikannya meski tipis. Investor, kata Reza, tetap perlu mencermati sentimen yang ada dan mewaspadai potensi pelemahan kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!