Rata-rata Gaji Pegawai Indonesia Diprediksi Naik 8 Persen di 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rerata gaji pekerja di Indonesia pada 2019 diprediksi mengalami kenaikan sebesar 8,0%. Kenaikan ini dinilai seiring dengan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi perekonomian Tanah Air.

    Baca juga: Kenaikan Gaji PNS 2019, Fitra: Ada Upaya Pencitraan

    Proyeksi itu didasari oleh hasil studi tahunan PT Mercer Indonesia, Total Remuneration Survey (TRS), tentang kompensasi dan gaji terhadap 545 perusahaan di Indonesia dari 8 sektor industri.

    Adapun, 8 sektor industri tersebut a.l. teknologi, pertambangan, kimia, otomotif, barang konsumer, ilmu hayati, jasa keuangan, dan jasa pertambangan.

    Career Business Leader PT Mercer Indonesia Astrid Suryapranata menjelaskan, para pelaku industri di Indonesia optimistis dengan kondisi perekonomian domestik pada tahun depan meski ada perhelatan pemilihan umum.

    “Tahun depan, gaji pekerja lokal Indonesia [diproyeksi] naik 8,0%. Nilai inflasi juga diperkirakan naik pada tahun depan sehingga anggaran tiap perusahaan juga ditingkatkan. Mereka [pengusaha] optismistis dengan kondisi Indonesia pada 2019,” ujarnya, seperti dilansir Bisnis.com, Ahad 9 Desember 2019.

    Sepanjang tahun ini, sebutnya, rerata kenaikan gaji di Tanah Air adalah 7,6% alias stagnan dari 2017.

    “Tahun ini, kenaikan gaji paling tinggi adalah dari sektor pertambangan dan ilmu hayati , yang masing-masing sebesar 8,4% dan 8,2%. Untuk tahun depan, ilmu hayati dan industri kimia yang kenaikannya sebesar 8,8% dan 8,2%,” kata Astrid.

    Prediksi kenaikan gaji secara keseluruhan dinilai mencerminkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia menghadapi 2019.

    Sebanyak 80% perusahaan yang disurvei mengaku bergantung kepada kinerja perusahaan sebagai faktor penentu kenaikan gaji. 96% bergantung pada kinerja karyawan, dan 77% pada posisi/jabatan karyawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.