Rabu, 21 November 2018

Hyundai dan Kia Bakal Tambah Investasi US$ 250 Juta ke Grab

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Motor Company (

    Hyundai Motor Company ("Hyundai") dan Kia Motors Corporation ("Kia") akan menambah investasi sebesar US$ 250 juta ke Grab dan membentuk kemitraan untuk memulai program terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Asia Tenggara (sumber: Grab).

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai Motors Company dan Kia Motors Corporation bakal menambah investasi sebesar US$ 250 juta ke perusahaan transportasi online Grab. Selain itu, mereka akan membentuk kemitraan untuk memulai program terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle) di Asia Tenggara.

    Baca: Go-Jek dan Grab Naikkan Tarif Ojek Online, Mana yang Lebih Murah?

    "Sebagai rumah dari salah satu pusat konsumen yang tumbuh paling cepat di dunia, Asia Tenggara merupakan pasar yang berkembang sangat pesat untuk mobil listrik," ujar Chief Innovation Officer Hyundai Motor Group and Head of Strategy & Technology Division Youngcho Chi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 7 November 2018.

    Melalui kemitraan kendaraan listrik tersebut, Grab dan afiliasi Hyundai Motor Group akan mempertemukan para pemangku kepentingan dari industri kendaraan listrik untuk berkolaborasi dalam upaya untuk meningkatkan adopsi dan kesadaran mengenai kendaraan listrik di Asia Tenggara.

    Chi mengatakan dengan rekam jejak di Asia Tenggara, serta basis pelanggan dan merchant yang terus berkembang, Grab merupakan mitra terbaik untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

    Sebagai permulaan, Chi berujar Grab, Hyundai dan Kia bakal meluncurkan serangkaian proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara yang dimulai dengan Singapura pada tahun 2019. Proyek percontohan akan fokus pada penggunaan kendaraan listrik untuk memaksimalkan efisiensi biaya bagi mitra pengemudi Grab.

    Kemitraan terkait kendaraan listrik ini, ujar Chi, juga akan bekerja dengan para pemangku kepentingan regional, termasuk pemerintah dan pemain industri infrastruktur untuk meningkatkan infrastruktur kendaraan listrik di wilayah tersebut. Contohnya, membangun jaringan pusat-pusat pengisian cepat.

    Selain itu, mereka juga akan menjajaki pengembangan paket perawatan yang telah disesuaikan untuk mitra pengemudi kendaraan listrik Grab dan melakukan penelitian tentang bagaimana kendaraan listrik dapat diterapkan dengan cara paling efisien di Asia Tenggara, di bawah kondisi iklim yang panas dan lembab.

    “Sebagai pemilik armada kendaraan listrik terbesar di Singapura, kami sangat bersemangat untuk membangun kemitraan industri dengan Hyundai Motor Group dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di seluruh Asia Tenggara," ujar President Grab Ming Maa

    Baca: Grab Luncurkan Fitur Anti 'Tuyul'

    Dengan investasi tambahan ini Grab telah menghimpun dana mencapai US$ 2,7 miliar. Dengan demikian, perseroan yakin dapat menggalang dana lebih dari US$ 3 miliar pada akhir tahun ini. Adapun Investor dalam putaran pendanaan Grab saat ini termasuk Bookings Holdings, Microsoft, Toyota, dan sejumlah lembaga keuangan seperti OppenheimerFunds, Goldman Sachs Investment Partners, dan Citi Ventures.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.