Kamis, 15 November 2018

Grab Luncurkan Fitur Anti 'Tuyul'

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat konferensi pers di kantor Grab Indonesia, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat konferensi pers di kantor Grab Indonesia, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan angkutan transportasi online Grab meluncurkan fitur Anti Tuyul. Fitur ini tersemat di aplikasi mitra pengemudi Grab dan fasilitas Grab Driver Center Tangerang.

    Baca: Driver Taksi Online Gunakan Aplikasi Tuyul, Ini Kata Asosiasi

    Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menuturkan langkah ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan dan produktifitas mitra pengemudi. "Ini adalah satu dari rangkaian inisiatif Grab untuk terus meningkatkan taraf hidup mitra pengemudi," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Fitur anti tuyul, ujar Ridzki, merupakan tindak lanjut dari kampanye “Grab Lawan Opik!” yang diluncurkan pada awal tahun 2018. Dengan adanya fitur ini dalam aplikasi Grab versi terbaru, perangkat mitra pengemudi yang memiliki aplikasi ‘fake GPS’ akan diblokir dari aplikasi Grab.

    Baca: Polisi Makassar Ringkus Pelaku Penipuan Aplikasi Grab 'Tuyul'

    Mitra pengemudi harus menghapus seluruh aplikasi fake GPS dari perangkat yang bersangkutan untuk memperoleh kembali akses terhadap akunnya mitra pengemudi Grab. Fake GPS selama ini dikenal dengan sebutan aplikasi tuyul dan digunakan untuk melakukan kecurangan, yaitu mengelabui GPS dengan menentukan lokasi palsu.

    Ridzki berujar penggunaan aplikasi pemalsu posisi itu selama ini telah merugikan berbagai pihak, baik pelanggan, juga sesama mitra pengemudi. "Terutama merugikan mitra pengemudi yang bekerja keras secara jujur tanpa melakukan tindak kecurangan seperti penggunaan aplikasi Tuyul tersebut."

    Sementara, pelanggan akan dirugikan lantaran mesti menunggu lebih lama. Sebab, dengan aplikasi tersebut pengemudi tidak sesuai dengan yang tertera di aplikasi. Posisi pengemudi biasanya lebih jauh dari apa yang tertera di GPS.

    "Peluncuran fitur Anti Tuyul ini menegaskan komitmen Grab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil dan menyediakan platform transportasi teraman bagi para pengguna termasuk mitra pengemudi.” ujar Ridzki. (*)

    Dapatkan update Inspirasi Bisnis (seperti kisah "Jawara Digital Marketing Dewa Eka Prayoga Melawan Kemustahilan") dengan gabung ke Grup Facebook Scale Up UKM http://bit.ly/scale-up-ukm 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.